UnbrahUnbrah

Health and Medical JournalHealth and Medical Journal

Latar Belakang: Tinea corporis merupakan infeksi jamur superfisial yang umum disebabkan oleh dermatophytes yang menginfeksi kulit. Prevalensi tinea corporis tinggi di negara tropis seperti Indonesia. Namun, data epidemiologi lokal masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik klinis dan demografis pasien dengan tinea corporis yang berobat ke Poliklinik Dermatologi dan Venereologi di Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi, Surakarta, antara Januari 2020 dan Desember 2024. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik retrospektif yang memanfaatkan data sekunder dari rekam medis pasien tinea corporis yang berobat di Poliklinik Rawat Jalan Dermatologi dan Venereologi RSUD Dr. Moewardi selama periode penelitian. Hasil: Penelitian ini melibatkan 167 pasien dengan diagnosis tinea corporis. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (57,5%) dan berada pada kelompok usia dewasa (64,7%). Sebagian besar pasien memiliki tingkat pendidikan menengah (55,7%) serta pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (18%) dan karyawan sektor swasta (18%). Berdasarkan Body Mass Index (BMI), 50,3% pasien memiliki berat badan normal. Sebanyak 24,5% termasuk overweight dan 12,6% obesitas. Komorbiditas ditemukan pada 59,9% pasien. Terapi yang paling sering diresepkan meliputi antijamur topikal (87,4%). Terapi adjuvan diberikan pada 83,8% pasien. Antijamur sistemik diberikan pada 58,7% pasien. Kesimpulan: Sebagian besar pasien tinea corporis di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RSUD Dr. Moewardi merupakan perempuan dewasa dengan status gizi normal dan tingkat pendidikan menengah. Tatalaksana yang paling sering digunakan adalah antijamur topikal. Terapi tambahan diberikan pada pasien dengan komorbiditas. Antijamur sistemik digunakan pada proporsi pasien yang bermakna dengan temuan komorbiditas.

Sebagian besar pasien tinea corporis di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RSUD Dr.Moewardi merupakan perempuan dewasa dengan status gizi normal dan tingkat pendidikan menengah.Tatalaksana yang paling sering digunakan adalah antijamur topikal.Terapi tambahan diberikan pada pasien dengan komorbiditas.Antijamur sistemik digunakan pada proporsi pasien yang bermakna dengan temuan komorbiditas.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pertanyaan, yaitu apakah penggunaan terapi sistemik tambahan pada pasien dengan komorbiditas meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan dibandingkan terapi topikal saja; peneliti juga dapat meneliti efek jangka panjang penggunaan antijamur topikal terhadap risiko kekambuhan, serta menilai peran intervensi edukasi pasien dalam mengurangi prevalensi tinea corporis di komunitas tropis.

Read online
File size365.68 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test