UnbrahUnbrah

Health and Medical JournalHealth and Medical Journal

Latar Belakang: Morbus Hansen (kusta) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah kasus baru. Pemahaman mengenai karakteristik pasien kusta menjadi fondasi penting untuk memperkuat strategi pengendalian dan meningkatkan mutu layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien Morbus Hansen di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan puskesmas jejaringnya periode 2022-2024 berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat pendidikan, gejala awal, hasil pemeriksaan BTA, klasifikasi penyakit, jenis pengobatan, dan kepatuhan pengobatan. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien Morbus Hansen periode 2022-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage sampling (tahap 1: pemilihan lokasi penelitian; tahap 2: total sampling seluruh rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi). Seluruh data rekam medis pasien dengan diagnosis definitif dan data lengkap diikutsertakan dalam penelitian. Data dianalisis secara univariat dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 73 pasien, sebagian besar mendapatkan pelayanan di puskesmas (90,4%) dengan proporsi tertinggi di Puskesmas Tamalate (19,2%). Pasien didominasi usia dewasa 18-59 tahun (71,2%), laki-laki (64,4%), pekerja buruh (24,7%), dan pendidikan SMA (30,1%). Gejala awal terbanyak adalah kelainan kulit disertai mati rasa (75,3%), dengan hasil BTA positif (72,6%) dan klasifikasi tipe Multibasiler (72,6%). Pengobatan MDT MB diberikan kepada 72,6% pasien, dan 67,1% pasien patuh menjalani pengobatan. Kesimpulan: Karakteristik pasien Morbus Hansen di lokasi penelitian didominasi usia produktif, laki-laki, pekerja buruh, dengan gejala klasik bercak mati rasa, serta tingginya proporsi tipe MB dan BTA positif yang mengindikasikan masih terjadinya keterlambatan diagnosis. Masih ditemukan sepertiga pasien (32,9%) dengan ketidakpatuhan pengobatan yang memerlukan intervensi program.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik pasien Morbus Hansen di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan puskesmas jejaringnya pada periode 2022-2024 didominasi oleh usia dewasa produktif, jenis kelamin laki-laki, pekerjaan buruh, dan tingkat pendidikan SMA.Gejala awal yang paling umum adalah kelainan kulit disertai mati rasa, dengan hasil pemeriksaan BTA positif dan klasifikasi tipe Multibasiler.Sebagian besar pasien memperoleh terapi MDT MB dan menunjukkan kepatuhan pengobatan yang cukup baik, meskipun masih terdapat ketidakpatuhan pada sebagian pasien.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang mempengaruhi keterlambatan diagnosis dan ketidakpatuhan pengobatan pada pasien kusta, terutama pada kelompok buruh dan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas intervensi berbasis komunitas, seperti pemberdayaan kader kesehatan dan peningkatan kesadaran masyarakat, dalam meningkatkan deteksi dini kasus kusta dan kepatuhan pengobatan. Ketiga, studi komparatif antara wilayah dengan beban kasus kusta tinggi dan rendah dapat dilakukan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam pengendalian kusta dan mereplikasi keberhasilan tersebut di wilayah lain. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk mendukung upaya eliminasi kusta di Indonesia.

Read online
File size686.3 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test