ITSCIENCEITSCIENCE

Pengabdian Pendidikan IndonesiaPengabdian Pendidikan Indonesia

Bullying di lingkungan sekolah menengah kejuruan (SMK) masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak pada kesehatan psikososial peserta didik dan kualitas iklim pembelajaran. Rendahnya empati sosial, kemampuan kerja sama, dan kesadaran kolektif siswa menjadi faktor yang memperkuat potensi munculnya perilaku bullying. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan sikap sosial anti-bullying melalui pendekatan eco-empathy yang diintegrasikan dalam kegiatan agribisnis berbasis kelompok. Kegiatan dilaksanakan di SMK Nusantara dengan melibatkan 95 siswa SMK sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi dan analisis kebutuhan mitra, sosialisasi dan pembekalan konsep empati sosial dan anti-bullying, implementasi kegiatan agribisnis berbasis kelompok, serta refleksi dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan empati sosial, kemampuan kerja sama, dan partisipasi aktif siswa, serta meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif bullying di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini mendukung penguatan pendidikan karakter dan implementasi Profil Pelajar Pancasila serta Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif. Dengan demikian, kegiatan ini efektif sebagai upaya preventif dan edukatif dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan berkarakter.

Aktivitas agribisnis berbasis kelompok terbukti efektif sebagai media pembinaan karakter karena mendorong pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan reflektif di kalangan siswa.Interaksi kelompok memperkuat sikap saling menghargai, tanggung jawab bersama, dan gotong royong, sehingga menciptakan iklim sosial yang lebih inklusif dan kondusif di sekolah.Program ini juga mendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka, serta dapat menjadi model kegiatan pengabdian yang berkelanjutan untuk membangun karakter siswa secara holistik.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas Eco-Empathy Project ketika diimplementasikan dalam jangka waktu yang lebih panjang, misalnya selama satu semester penuh, untuk melihat apakah perubahan sikap anti-bullying dan empati sosial dapat terus dipertahankan atau bahkan meningkat seiring waktu. Kedua, penting untuk menguji adaptasi model ini di sekolah dengan latar belakang sosial ekonomi dan budaya yang berbeda, guna mengevaluasi sejauh mana program ini dapat menjadi solusi inklusif yang relevan bagi berbagai konteks pendidikan di Indonesia. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi aspek digital, seperti platform kolaborasi online atau aplikasi pencatatan refleksi kelompok, untuk memperkuat proses pembelajaran dan memudahkan guru dalam memantau perkembangan sikap sosial siswa secara sistematis. Dengan demikian, pengembangan model yang lebih luas, berkelanjutan, dan berbasis teknologi dapat menjadi arah baru dalam memperkuat pendidikan karakter anti-bullying yang selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan siswa masa kini.

Read online
File size257.52 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test