UNIGOUNIGO

Gorontalo Development ReviewGorontalo Development Review

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kemiskinan kultural di Kawasan Kedu Raya dengan menggunakan variabel Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Angka Harapan Hidup (AHH), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), dan Rasio Ketergantungan terhadap jumlah penduduk miskin. Penelitian menggunakan data panel dari enam kabupaten/kota di Kedu Raya periode 2015–2024 dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan model log-linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel UMK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, yang berarti peningkatan UMK mampu menurunkan kemiskinan. RLS juga berpengaruh negatif signifikan, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mengubah pola nilai dan perilaku ekonomi masyarakat. Sebaliknya, AHH dan RK berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, seluruh variabel memberikan pengaruh terhadap tingkat kemiskinan di kawasan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pendidikan, perbaikan kualitas kesehatan, serta kebijakan upah yang tepat sasaran mampu mendorong dan mendukung penurunan kemiskinan kultural dan pembangunan manusia berkelanjutan di Kawasan Kedu Raya.

Berdasarkan hasil analisis, UMK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Kawasan Kedu Raya karena peningkatan pendapatan mampu memperkuat kemandirian ekonomi dan mengurangi pola hidup subsisten.RLS juga berpengaruh negatif dan signifikan, menunjukkan bahwa pendidikan berperan penting dalam membentuk orientasi masa depan dan mendorong perubahan nilai serta perilaku masyarakat sehingga menurunkan kemiskinan kultural.Sebaliknya, AHH dan Rasio Ketergantungan (RK) menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan.Peningkatan AHH mencerminkan perbaikan kesehatan, tetapi belum diikuti perubahan etos kerja dan aspirasi ekonomi, sementara pengaruh RK relatif lemah karena masih kuatnya dukungan keluarga, budaya gotong royong, dan bantuan sosial yang menahan dampak beban tanggungan terhadap kemiskinan.

Berdasarkan analisis, perlu adanya evaluasi dan penyesuaian kebijakan UMK secara berkala dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak agar dapat meningkatkan kesejahteraan tanpa menimbulkan kesenjangan antarwilayah. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan harus diperkuat melalui pengawasan wajib belajar dan penyediaan pelatihan keterampilan bagi masyarakat berpendidikan rendah. Terakhir, pemerintah daerah perlu menyinergikan kebijakan ekonomi dan sosial dengan penciptaan lapangan kerja baru di sektor potensial seperti pertanian modern, pariwisata, dan industri kreatif agar dampak penurunan kemiskinan lebih merata dan berkelanjutan.

Read online
File size368.59 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test