STKIP PESSELSTKIP PESSEL

Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah

Perilaku asertif kepala sekolah menjadi salah satu faktor penting yang berpotensi memengaruhi motivasi kerja guru, melalui kemampuan berkomunikasi secara terbuka, memberikan apresiasi konstruktif, mengambil keputusan dengan bijaksana, dan menghadapi perbedaan pendapat tanpa konflik. Motivasi kerja guru merupakan faktor penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Namun, rendahnya motivasi kerja masih ditemukan di beberapa sekolah, ditandai dengan kurangnya antusiasme mengajar dan partisipasi dalam kegiatan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku asertif kepala sekolah, tingkat motivasi kerja guru, serta pengaruh perilaku asertif kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru di SMA/sederajat se-Kecamatan Gondangwetan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei, melibatkan 65 guru sebagai sampel dari 188 guru di 10 sekolah melalui purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku asertif kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru (koefisien regresi = 0,845; kontribusi 69%). Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang mampu berkomunikasi terbuka dan menghargai guru dapat meningkatkan motivasi kerja guru secara signifikan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku asertif kepala sekolah memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap motivasi kerja guru di SMA/sederajat se-Kecamatan Gondangwetan.Kepala sekolah yang menunjukkan perilaku asertif, dengan ciri komunikasi terbuka, penghargaan terhadap perbedaan, dan kemampuan memberikan arahan serta apresiasi secara bijaksana, terbukti mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih memotivasi.Hasil analisis regresi menunjukkan koefisien sebesar 0,845 dengan kontribusi sebesar 69%, menandakan bahwa perilaku asertif merupakan faktor dominan dalam memengaruhi motivasi kerja guru.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji pengaruh perilaku asertif kepala sekolah terhadap kinerja guru, tidak hanya pada motivasi kerja. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas perilaku asertif kepala sekolah di berbagai jenis sekolah (negeri, swasta, madrasah) untuk mengidentifikasi perbedaan konteks dan dampaknya. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman guru terkait perilaku asertif kepala sekolah dan bagaimana hal tersebut memengaruhi dinamika interaksi dan iklim kerja di sekolah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran kepemimpinan asertif dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan profesional kepala sekolah dan peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.

Read online
File size324.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test