POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)Anak dengan Down syndrome memiliki tingkat IQ di bawah normal, sehingga sulit memahami materi dengan metode standar, namun penggunaan media seperti puzzle dapat membantu penyampaian informasi secara lebih efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media puzzle pada pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak down syndrome di PIK POTADS Bandung. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain One Group Pretest Posttest. Subjek 33 anak down syndrome dengan rentang usia 9-15 tahun yang dibagi menjadi 4 kelompok dengan pendamping oleh enumerator pada tiap kelompok. Dilakukan pretes berupa aktivitas merakit puzzle secara mandiri, kemudian diberikan edukasi tentang cara menyikat gigi dan makan sehat sebanyak 3 kali pada 3 hari yang berbeda. Edukasi disertai dengan penggunaan model rahang untuk memperjelas gerakan menyikat gigi. post test dilakukan dengan cara yang sama dengan pretest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan nilai Sig. 0.000 (pīŧ0.05). Di mana permainan media puzzle dapat mengembangkan suatu kreativitas dan motivasi dalam memecahkan masalah, sehingga anak ingin mencoba-coba secara terus menerus hingga permainan tersebut berhasil.
Pemberian edukasi menggunakan media puzzle berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak Down syndrome.Disarankan untuk rutin menggunakan metode ini dalam pembelajaran kesehatan, mengingat anak-anak dengan Down syndrome memerlukan pendekatan visual dan interaktif yang lebih mudah dipahami.Rekomendasi untuk pihak sekolah dan orang tua adalah melibatkan tenaga pengajar atau pendamping khusus dalam sesi edukasi, serta mengevaluasi secara berkala efektivitas media puzzle dalam menyampaikan informasi.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas media puzzle dalam jangka panjang terhadap perubahan perilaku kesehatan gigi dan mulut anak Down Syndrome, dengan melibatkan pengukuran kebiasaan menyikat gigi dan pola makan sehat secara berkala. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas media puzzle dengan metode edukasi lain yang umum digunakan pada anak Down Syndrome, seperti penggunaan video animasi atau permainan interaktif lainnya, untuk mengetahui pendekatan mana yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul edukasi kesehatan gigi dan mulut berbasis puzzle yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif dan kemampuan bahasa anak Down Syndrome yang berbeda-beda, sehingga dapat memaksimalkan efektivitas pembelajaran dan meningkatkan motivasi anak untuk merawat kesehatan giginya.
| File size | 293.61 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIHPANCORIAIHPANCOR Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif dengan prinsip ABCD, menerapkan metode interaktif yang meliputi fun learning. Hasil kegiatan menunjukkan adanyaPendekatan yang digunakan adalah deskriptif dengan prinsip ABCD, menerapkan metode interaktif yang meliputi fun learning. Hasil kegiatan menunjukkan adanya
FKIP UWGMFKIP UWGM Motivasi bermain anak terbangun melalui peran aktif serta kerja sama pendidik dan orang tua guna mendukung perkembangan optimal anak usia dini di sekolahMotivasi bermain anak terbangun melalui peran aktif serta kerja sama pendidik dan orang tua guna mendukung perkembangan optimal anak usia dini di sekolah
UNIPEMUNIPEM Sistem Rekomendasi Jurusan (SIREJU) berbasis Google Workspace berhasil membantu calon mahasiswa dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan profil mereka.Sistem Rekomendasi Jurusan (SIREJU) berbasis Google Workspace berhasil membantu calon mahasiswa dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan profil mereka.
GREENPUBGREENPUB dalam memahami materi kewirausahaan dan manajemen bisnis perlu ditunjang dengan melakukan praktek didalam kelas membuat target sales, time table, MOU (memorandumdalam memahami materi kewirausahaan dan manajemen bisnis perlu ditunjang dengan melakukan praktek didalam kelas membuat target sales, time table, MOU (memorandum
MULYALITERASIMULYALITERASI Tentunya dibutuhkan metode yang tepat untuk hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menumbuhkembangkan sikap religi AUD melalui metode pembiasaan.Tentunya dibutuhkan metode yang tepat untuk hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menumbuhkembangkan sikap religi AUD melalui metode pembiasaan.
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Demikian pula, pola asuh orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembanganPendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Demikian pula, pola asuh orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan
UPUP PKM ini di buat dengan tujuan untuk melatih peserta layanan dalam memanfaatkan pengaruh pentingnya dukungan teman sebaya dalam motivasi belajar. SelainPKM ini di buat dengan tujuan untuk melatih peserta layanan dalam memanfaatkan pengaruh pentingnya dukungan teman sebaya dalam motivasi belajar. Selain
UMKOUMKO Konsep kegiatan pembelajaran yang menarik dan semangat seorang guru diharapkan mampu meningkatkan pendidikan di Indonesia. Program rumah belajar ini tidakKonsep kegiatan pembelajaran yang menarik dan semangat seorang guru diharapkan mampu meningkatkan pendidikan di Indonesia. Program rumah belajar ini tidak
Useful /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Metode ini dipilih karena dapat memberikan hasil yang lebih mudah divalidasi, mudah direplikasi, lebih ekonomis, dan lebih fleksibel. Tema herbal dipilihMetode ini dipilih karena dapat memberikan hasil yang lebih mudah divalidasi, mudah direplikasi, lebih ekonomis, dan lebih fleksibel. Tema herbal dipilih
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Di Indonesia, gingivitis menduduki urutan kedua yaitu mencapai 96,58%. Prevalensi kunjungan pasien gingivitis berdasarkan jenis kelamin menunjukan bahwaDi Indonesia, gingivitis menduduki urutan kedua yaitu mencapai 96,58%. Prevalensi kunjungan pasien gingivitis berdasarkan jenis kelamin menunjukan bahwa
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 59 orang. Hasil: hasil analisis menggunakan uji Chi Square mendapatkan nilai p=0,002. Kesimpulan: simpulanJumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 59 orang. Hasil: hasil analisis menggunakan uji Chi Square mendapatkan nilai p=0,002. Kesimpulan: simpulan
APPIHIAPPIHI Metode yang diterapkan adalah penelitian normatif atau doktrinal, yang sering juga disebut sebagai penelitian perpustakaan. Pendekatan ini melibatkan penggunaanMetode yang diterapkan adalah penelitian normatif atau doktrinal, yang sering juga disebut sebagai penelitian perpustakaan. Pendekatan ini melibatkan penggunaan