UNIPASBYUNIPASBY

Journal of Sustainability Bussiness Research (JSBR)Journal of Sustainability Bussiness Research (JSBR)

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan guna mengetahui pengaruh perilaku kepemimpinan dan pengawasan kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan CV. Lingga. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah karyawan CV. Lingga sebanyak 50 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode teknik sampling jenuh. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, uji t, dan uji f. Pada penelitian diperoleh hasil, perilaku kepemimpinan dan pengawasan kepemimpinan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan CV. Lingga, menggunakan uji-t dengan nilai signifikan sebesar <0,05. Perilaku kepemimpinan dan pengawasan kepemimpinan secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan CV. Lingga, menggunakan uji F dengan nilai signifikan <0,05. Dengan hasil tersebut menyatakan bahwa pengujian hipotesis dapat diterima dan dibuktikan kebenarannya. Kepuasan kerja karyawan merupakan hal yang penting oleh karena itu pihak perusahaan perlu memperhatikan kepuasan kerja karyawan melalui perilaku kepemimpinan yang baik serta pengawasan kepemimpinan yang tegas.

Perilaku kepemimpinan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja, dengan uji t menunjukkan t-hitung 3,526 dan nilai signifikan 0,001 (< 0,05), sehingga hipotesis diterima.Pengawasan kepemimpinan juga secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja, dibuktikan dengan uji t yang menghasilkan t-hitung 2,761 dan nilai signifikan 0,008 (< 0,05), sehingga hipotesis diterima.Secara simultan, perilaku kepemimpinan dan pengawasan kepemimpinan berpengaruh terhadap kepuasan kerja, dengan uji F menghasilkan F-hitung 41,435 dan nilai signifikan 0,000 (< 0,05), mengonfirmasi penerimaan hipotesis.

Guna memperkaya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja karyawan, disarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, studi ke depan dapat memperluas cakupan variabel independen dengan mengintegrasikan faktor-faktor lain yang relevan selain perilaku kepemimpinan dan pengawasan, mengingat keterbatasan penelitian ini pada dua variabel saja. Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana peran kompensasi, lingkungan kerja, peluang pengembangan karier, atau budaya organisasi dapat berinteraksi atau bahkan memoderasi hubungan antara kepemimpinan dan kepuasan kerja, khususnya dalam konteks dinamis perusahaan konstruksi? Mengidentifikasi dan menganalisis variabel tambahan ini dapat memberikan gambaran yang lebih holistik dan komprehensif tentang apa yang benar-benar mendorong kepuasan karyawan. Kedua, untuk meningkatkan validitas eksternal dan generalisasi temuan, penelitian berikutnya sebaiknya melibatkan sampel yang lebih besar dan lebih heterogen, tidak hanya terbatas pada satu perusahaan seperti CV Lingga. Melakukan studi komparatif lintas beberapa perusahaan konstruksi dengan skala atau budaya yang berbeda akan sangat berharga untuk melihat apakah pola pengaruh perilaku kepemimpinan dan pengawasan terhadap kepuasan kerja bersifat universal atau bergantung pada konteks organisasi tertentu. Ini akan membantu mengonfirmasi konsistensi temuan dan mengidentifikasi potensi perbedaan yang ada. Terakhir, meskipun penelitian ini bersifat kuantitatif, menambahkan dimensi kualitatif dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam. Misalnya, melalui wawancara mendalam atau diskusi kelompok terfokus, peneliti dapat menggali perspektif dan pengalaman pribadi karyawan mengenai bagaimana perilaku kepemimpinan dan gaya pengawasan secara spesifik memengaruhi perasaan mereka di tempat kerja. Pemahaman kualitatif ini penting untuk mengungkap nuansa, konteks emosional, dan mekanisme psikologis yang mendasari hubungan yang ditemukan secara statistik, sehingga memungkinkan pengembangan rekomendasi praktis yang lebih tepat sasaran dan berempati.

Read online
File size395.76 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test