IAIN PALANGKARAYAIAIN PALANGKARAYA

El-MashlahahEl-Mashlahah

Pegayaman, satu-satunya desa Muslim di Bali yang dikelilingi oleh komunitas Hindu, menjadi konteks unik untuk mengkaji interaksi antara hukum Islam dan tradisi budaya Hindu setempat. Studi ini meneliti bagaimana hukum Islam dinegosiasikan dan dipraktikkan di bawah pengaruh dominasi budaya Hindu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dan pendekatan socio-legal, data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan tokoh adat Muslim, pemuka agama, warga lokal, dan pendatang. Temuan menunjukkan bahwa praktik sinkretis di Pegayaman tidak melemahkan akidah Islam, melainkan merefleksikan proses internalisasi dan negosiasi nilai-nilai Islam dalam konteks budaya lokal. Berakar pada filosofi dasar yang menekankan warisan budaya, toleransi, dan harmoni sosial, praktik-praktik ini tampak dalam perayaan keagamaan dan ritual sosial. Dari perspektif hukum Islam, adaptasi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai urf ṣaḥīḥ selama tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Studi ini menegaskan pentingnya pemahaman kontekstual dalam penerapan hukum Islam di masyarakat majemuk, menunjukkan bahwa akomodasi budaya tidak selalu berarti kompromi teologis.

Praktik sinkretisme di Pegayaman menunjukkan bahwa hukum Islam dapat diadaptasi dalam konteks budaya lokal tanpa mengorbankan prinsip teologis.Hubungan antara agama dan budaya menunjukkan kemampuan untuk menciptakan harmoni sosial melalui pendekatan inklusif.Penelitian ini membuka peluang untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana tradisi lokal dapat menjadi fondasi bagi pembentukan hukum yang relevan secara kontekstual.

1. Penelitian tentang bagaimana komunitas Muslim di daerah lain mengadopsi praktik sinkretisme sambil mempertahankan prinsip syariah, dengan fokus pada peran pendidikan agama dalam memperkuat identitas keislaman. 2. Analisis dampak pariwisata terhadap pelestarian tradisi budaya dan sinkretisme agama di kawasan Bali, khususnya dalam konteks pengelolaan sumber daya alam dan kearifan lokal. 3. Studi perbandingan mengenai mekanisme negosiasi hukum antara adat dan syariah di wilayah lain di Indonesia, seperti Nusa Tenggara atau Kalimantan, untuk memahami dinamika pluralisme hukum secara nasional.

  1. Muslim women adhering to Minangkabau’s bajapuik tradition in Cirebon, West Java: compromizing a... ijtihad.iainsalatiga.ac.id/index.php/ijtihad/article/view/8009Muslim women adhering to MinangkabauAos bajapuik tradition in Cirebon West Java compromizing a ijtihad iainsalatiga ac index php ijtihad article view 8009
  2. The Dynamics of Islamic Constitution: From the Khilāfah Period to the Nation-State | Journal of Islamic... e-journal.iainptk.ac.id/index.php/jil/article/view/241The Dynamics of Islamic Constitution From the KhilAfah Period to the Nation State Journal of Islamic e journal iainptk ac index php jil article view 241
  3. KEARIFAN LOKAL TAHLILAN-YASINAN DALAM DUA PERSPEKTIF MENURUT MUHAMMADIYAH | Faizah | Aqlam: Journal of... doi.org/10.30984/ajip.v3i2.722KEARIFAN LOKAL TAHLILAN YASINAN DALAM DUA PERSPEKTIF MENURUT MUHAMMADIYAH Faizah Aqlam Journal of doi 10 30984 ajip v3i2 722
  4. Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. socio cultural strength optimization bhuppa bh... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/samarah/article/view/20299Jurnal Samarah Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam socio cultural strength optimization bhuppa bh jurnal ar raniry ac index php samarah article view 20299
  5. Syncretism in rituals and performance in a culturally pluralistic society in the Philippines: The Social... tandfonline.com/doi/full/10.1016/j.soscij.2014.08.005Syncretism in rituals and performance in a culturally pluralistic society in the Philippines The Social tandfonline doi full 10 1016 j soscij 2014 08 005
Read online
File size438.45 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test