UINMADURAUINMADURA

Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan DakwahMeyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah

Pembahasan mengenai film sebagai sarana penyampaian pesan sangat penting dalam hiburan publik. Seiring perkembangan dunia perfilman, web series kini menjadi perbincangan masyarakat. Salah satu yang paling populer adalah serial “Imperfect The Series yang disutradarai oleh Naya Anindita dengan genre komedi‑drama. Alur ceritanya mengisahkan para penghuni kost dengan beragam kepribadian, asal daerah, dan tujuan mereka tinggal di kost. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dan pendekatan kualitatif deskriptif yang ditunjukkan melalui dialog serta perilaku karakter pada salah satu adegan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, ditemukan dua jenis campur kode dalam dialog antarkarakter dalam film Imperfect The Series, yaitu campur kode internal dan campur kode eksternal. Persahabatan terbentuk karena dukungan kepercayaan, penerimaan, dan keintiman antar individu. Penerimaan muncul melalui komunikasi yang baik. Komunikasi interpersonal juga merupakan pertukaran berupa tindakan menyampaikan dan menerima pesan secara timbal balik. Dasar kepercayaan meliputi saling menghormati dan menerima perbedaan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian serupa di masa mendatang.

Penelitian menemukan dua jenis campur kode dalam dialog film, yaitu kode dalam yang menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah, serta kode luar yang menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing seperti Inggris, Arab, dan Korea.Persahabatan terbentuk berkat dukungan kepercayaan, penerimaan, dan keakraban yang terjalin melalui interaksi sosial antar karakter.Penerimaan muncul melalui komunikasi yang efektif, dimana pertukaran pesan timbal balik menjadi dasar kepercayaan dan penghargaan terhadap perbedaan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak penggunaan campur kode terhadap persepsi penonton terhadap pesan moral yang disampaikan dalam web series Indonesia, dengan membandingkan respons kelompok usia remaja, dewasa muda, dan dewasa matang melalui survei dan wawancara mendalam. Selanjutnya, studi komparatif antara dialek regional yang muncul dalam dialog dapat memperjelas peran identitas budaya dalam pembentukan representasi persahabatan, sehingga memperlihatkan bagaimana perbedaan bahasa memediasi hubungan emosional antar karakter. Selain itu, diperlukan pengembangan kerangka kerja evaluatif yang mengintegrasikan tiga dimensi semiotik—visual, linguistik, dan akustik—untuk menilai efektivitas penyampaian nilai etika dalam berbagai web series, yang kemudian diuji coba pada setidaknya tiga judul serial populer untuk mengukur konsistensi hasil. Terakhir, penelitian interdisipliner yang menggabungkan pendekatan sosiolinguistik dan psikologi media dapat mengidentifikasi faktor-faktor psikologis yang memediasi penerimaan pesan moral melalui mekanisme campur kode, sehingga memberikan rekomendasi praktis bagi produser konten.

Read online
File size578.89 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test