UNIBUNIB
Jurnal EngganoJurnal EngganoIndustri pengolahan hasil perikanan harus memenuhi dan menerapkan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan agar produk yang dihasilkan memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan bagi konsumen dan sebagai upaya memenuhi tuntutan pasar ekspor. Konsepsi metode Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang bisa diterapkan pada pengolahan hasil perikanan adalah Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi HACCP pada pembekuan fillet ikan anggoli (Pristimopoides multidens) bentuk skin on di PT. Sulindo. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey. Data yang diperoleh dan dianalisis terdiri dari data primer dan sekunder. Data diperoleh dengan melakukan wawancara dan observasi langsung di lapangan, berupa analisis bahaya, identifikasi titik kendali kritis dan pengawasan terhadap titik kendali kritis serta pengujian fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi HACCP pada pembekuan fillet ikan anggoli (Pristimopoides multidens) bentuk skin on di PT. Sulindo terdiri dari 12 langkah, yang meliputi tim HACCP, mendeskripsikan produk, mengidentifikasi penggunaan produk, memverifikasi diagram alir, melakukan analisa bahaya dan tindakan pencegahannya, menentukan Critical Control Point (CCP), menentukan batas kritis, menetapkan sistem pemantauan, verifikasi, menetapkan prosedur penyimpanan dan dokumentasi. Berdasarkan decision tree, Critical Control Point (CCP) pada tahapan pembekuan fillet ikan anggoli (Pristimopoides multidens) bentuk skin on di PT. Sulindo, hanya terdapat satu tahapan proses yang ditetapkan sebagai Critical Control Point (CCP), yaitu tahapan pendeteksian logam dengan bahaya signifikan berupa pecahan logam pada produk fillet dengan batas kritis logam yang diterapkan untuk pencegahan yaitu Fe Ø 2,5 mm dan Non Fe Ø 2,5 mm dan tindakan pemantauan dilakukan pada kemungkinan adanya serpihan logam Fe dengan menggunakan mesin metal detector atau sensitivitas alat dengan menggunakan metal taster setiap satu jam sekali.
Implementasi HACCP pada proses pembekuan fillet ikan anggoli di PT Sulindo dilakukan secara sistematis melalui 12 langkah, meliputi lima tahap persiapan dan tujuh prinsip HACCP.Analisis bahaya mengidentifikasi satu Critical Control Point, yaitu pendeteksian logam dengan batas kritis Fe Ø 2,5 mm dan Non‑Fe Ø 2,5 mm, yang dipantau setiap jam menggunakan metal detector atau metal taster.Hasil menunjukkan bahwa penerapan prosedur tersebut dapat memastikan keamanan fisik produk, namun belum mencakup evaluasi bahaya mikrobiologis secara mendalam.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji integrasi teknologi sensor digital untuk pemantauan real‑time bahaya mikrobiologis selama proses pembekuan fillet ikan anggoli, sehingga dapat melengkapi kontrol fisik yang sudah ada. Selanjutnya, studi komparatif antara implementasi HACCP pada berbagai spesies ikan beku dapat mengidentifikasi perbedaan titik kritis dan batas kritis yang optimal, meningkatkan adaptabilitas sistem di industri perikanan. Terakhir, pengembangan model prediktif berbasis machine learning untuk mengoptimalkan penentuan batas kritis logam dan parameter proses lainnya dapat meningkatkan efisiensi serta mengurangi risiko kontaminasi pada produk akhir.
| File size | 253.07 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Studi ini menyoroti pentingnya integrasi antara pengelolaan limbah organik, pemberdayaan kelompok tani, dan pelestarian lingkungan sebagai langkah menujuStudi ini menyoroti pentingnya integrasi antara pengelolaan limbah organik, pemberdayaan kelompok tani, dan pelestarian lingkungan sebagai langkah menuju
UNIMAUNIMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategori konflik sosial dalam novel, yaitu: konflik antar individu dan konflik antara individu dan kelompok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategori konflik sosial dalam novel, yaitu: konflik antar individu dan konflik antara individu dan kelompok.
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Sinergi antara pendekatan pemberdayaan berbasis aset lokal, pengembangan modal komunitas, dan pemanfaatan infrastruktur komunikasi digital terbukti efektifSinergi antara pendekatan pemberdayaan berbasis aset lokal, pengembangan modal komunitas, dan pemanfaatan infrastruktur komunikasi digital terbukti efektif
UMUSUMUS Dengan pembagian data latih dan uji sebesar 80.20, model mencapai akurasi sebesar 85%, menunjukkan kontribusi signifikan dari jumlah dan kualitas dataDengan pembagian data latih dan uji sebesar 80.20, model mencapai akurasi sebesar 85%, menunjukkan kontribusi signifikan dari jumlah dan kualitas data
UNAIRUNAIR GoogleNet dan AlexNet berada di posisi kedua dan ketiga dengan akurasi masing-masing 99,5% dan 99,4%. Penelitian ini menunjukkan bahwa model deep learning,GoogleNet dan AlexNet berada di posisi kedua dan ketiga dengan akurasi masing-masing 99,5% dan 99,4%. Penelitian ini menunjukkan bahwa model deep learning,
UWKSUWKS Beberapa bahan kajian telah diperoleh, user requirement didapatkan beberapa permasalahan dan kebutuhan pengelola dan pengunjung dari ekosistem mangrove.Beberapa bahan kajian telah diperoleh, user requirement didapatkan beberapa permasalahan dan kebutuhan pengelola dan pengunjung dari ekosistem mangrove.
UWKSUWKS memegang peranan penting dalam meningkatkan efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan sektor ini. Standarisasi mutu yang jelas pada subsistem usaha tani,memegang peranan penting dalam meningkatkan efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan sektor ini. Standarisasi mutu yang jelas pada subsistem usaha tani,
IAIHPANCORIAIHPANCOR b.meningkatkan ketersediaan serta keterjangkauan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang terpinggirkan. c Fokus kebijakan didasarkan pada percepatanb.meningkatkan ketersediaan serta keterjangkauan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang terpinggirkan. c Fokus kebijakan didasarkan pada percepatan
Useful /
IAIKHOZINIAIKHOZIN Penilaian otentik sebagian menilai akurasi kognitif sekaligus refleksi moral‑spiritual, meskipun standarisasi masih terbatas. Tantangan implementasiPenilaian otentik sebagian menilai akurasi kognitif sekaligus refleksi moral‑spiritual, meskipun standarisasi masih terbatas. Tantangan implementasi
UNISAPUNISAP Inovasi metode pembelajaran tidak hanya merupakan kebutuhan pedagogis, tetapi juga strategi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan pembentukanInovasi metode pembelajaran tidak hanya merupakan kebutuhan pedagogis, tetapi juga strategi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan pembentukan
UNISAPUNISAP Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disiplin belajar sejak dini dan menganalisis peran guru kelas dalam menumbuhkan disiplin belajar sejak diniPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis disiplin belajar sejak dini dan menganalisis peran guru kelas dalam menumbuhkan disiplin belajar sejak dini
UWKSUWKS Mitigasi yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan tenda khusus, memasang terpal, menyediakan mantel hujan, menyiapkan lampu pijar dan blower fan, memasangMitigasi yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan tenda khusus, memasang terpal, menyediakan mantel hujan, menyiapkan lampu pijar dan blower fan, memasang