PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON

Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan KelautanBarakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan

Praktik penangkapan ikan tradisional Talikor merupakan warisan budaya integral bagi masyarakat Duan Lolat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, namun kini menghadapi ancaman degradasi akibat modernisasi. Penelitian ini mengatasi permasalahan ganda, yaitu erosi praktik budaya dan kebutuhan akan peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan dan memvalidasi secara empiris sebuah model integratif untuk merevitalisasi Talikor sebagai inisiatif ekowisata berbasis komunitas yang berkelanjutan. Mengadopsi desain metode campuran, penelitian ini mengumpulkan data melalui survei (N=100), wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan kausal dalam model yang diusulkan. Temuan utama menunjukkan dukungan komunitas yang luar biasa, dengan 95% responden menyetujui pengembangan ekowisata Talikor. Model yang divalidasi secara statistik mampu menjelaskan 68.89% varians dalam keberlanjutan model (R^2 = 0.6889). Hubungan kausal terkuat teridentifikasi antara penguatan identitas dan pemberdayaan ekonomi (β = 0.52, p < 0.001), yang menggarisbawahi pentingnya kebanggaan budaya sebagai fondasi pembangunan ekonomi. Kontribusi utama penelitian ini adalah penyediaan kerangka kerja yang tervalidasi secara empiris dan didukung oleh komunitas, yang menjembatani pelestarian budaya dengan pembangunan ekonomi. Model ini menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat kebijakan dan praktisi pembangunan untuk merevitalisasi warisan budaya serupa sebagai aset ekonomi yang berkelanjutan.

Penelitian ini secara empiris memvalidasi model pengembangan integratif untuk keberlanjutan Talikor.Hasil pengujian hipotesis melalui SEM-PLS mengonfirmasi bahwa seluruh hubungan kausal yang diajukan adalah signifikan secara statistik.Model konseptual yang diusulkan menunjukkan kekuatan prediktif yang menjanjikan, dengan koefisien determinasi pada Keberlanjutan Model (KM) mencapai 0.6889, menunjukkan potensi yang baik untuk konteks spesifik komunitas Duan Lolat.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas model pengembangan Talikor di komunitas-komunitas lain dengan karakteristik budaya dan sosial-ekonomi yang serupa, guna memastikan generalisasi temuan. Kedua, studi kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara lebih rinci dinamika sosial dan budaya yang mendasari keberhasilan atau kegagalan implementasi model ekowisata Talikor, termasuk peran tokoh-tokoh kunci dalam masyarakat dan mekanisme pengambilan keputusan yang terlibat. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi pemasaran yang efektif untuk mempromosikan ekowisata Talikor kepada wisatawan domestik dan internasional, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti branding, segmentasi pasar, dan penggunaan media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian warisan budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan kearifan lokal, inovasi teknologi, dan pendekatan partisipatif, Talikor dapat menjadi model bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di wilayah lain di Indonesia.

  1. Development Model of Talikor as Cultural Heritage and Ecotourism for Economic Improvement and Cultural... jurnal.publikasi-untagcirebon.ac.id/index.php/barakuda45/article/view/705Development Model of Talikor as Cultural Heritage and Ecotourism for Economic Improvement and Cultural jurnal publikasi untagcirebon ac index php barakuda45 article view 705
Read online
File size484.47 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test