UMSBUMSB

Rang Teknik JournalRang Teknik Journal

Penelitian pengendalian kinerja proyek Penataan Kampung Seni Borobudur dari segi waktu dan biaya dengan metode analisa Schedule Performance Index (SPI) dan Cost Performance Index (CPI), memperkirakan waktu dan biaya penyelesaian proyek dengan metode analisa ETC dan EAC, menyusun jadwal percepatan bagi pelaksana sehubungan dengan adanya potensi keterlambatan melalui program Microsoft Project. Dari hasil analisa kinerja proyek diketahui bahwa schedule varian (SV) bernilai negatif dengan nilai SPI < 1 berarti pelaksanaan proyek lebih lambat dari jadwal yang direncanakan sedangkan cost varian (CV) bernilai positif dengan nilai CPI >1 itu menandakan bahwa biaya pelaksanaan lebih kecil dari yang dianggarkan hingga periode bulan ke-6 mengalami efisiensi sebesar Rp.10.798.692.000,59 apabila dibandingkan dengan anggaran yang direncanakan yaitu sebesar Rp.74.388.708.248. Dengan adanya indikasi keterlambatan pelaksanaan dari jadwal yang sudah direncanakan maka perlu dilakukan program percepatan pelaksanaan pekerjaan yang mampu mempercepat waktu pelaksanaan pekerjaan struktur. Dari hasil program percepatan pelaksanaan maka didapatkan jadwal pekerjaan dengan durasi waktu yang lebih cepat 31 hari kerja dibanding jadwal pekerjaan semula.

Pada bulan ke‑6, proyek Penataan Kampung Seni Borobudur menunjukkan efisiensi biaya dengan nilai CV positif (Rp 51,115,886,054) meskipun terdapat keterlambatan jadwal (SV negatif –Rp 10,798,692,001) dan nilai SPI < 1 (0,873).Perkiraan akhir menunjukkan total durasi proyek sebesar 318 hari, 18 hari lebih lama dari rencana 300 hari, serta total biaya diperkirakan Rp 176,993,366,185.Program percepatan yang diterapkan berhasil memendekkan waktu pelaksanaan struktur dari 110 hari menjadi 79 hari, mempercepat penyelesaian sebesar 31 hari kerja.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi Building Information Modeling (BIM) dengan metode Earned Value Management untuk menilai sejauh mana kombinasi tersebut meningkatkan akurasi perkiraan biaya dan jadwal pada proyek konstruksi warisan budaya, sehingga memberikan panduan praktis bagi pengelola proyek. Selain itu, perlu diteliti pengaruh tingkat pengalaman kontraktor terhadap keandalan indikator Schedule Performance Index (SPI) dan Cost Performance Index (CPI) pada proyek infrastruktur multi‑tahap di Indonesia, dengan membandingkan hasil dari kontraktor berpengalaman dan yang baru masuk pasar. Selanjutnya, sebuah model hibrida yang menggabungkan simulasi Monte‑Carlo dengan analisis Earned Value dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan penilaian risiko keterlambatan dan pembengkakan biaya pada proyek pengembangan pariwisata berskala besar, sehingga menghasilkan strategi mitigasi yang lebih efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan wawasan baru dalam pengendalian proyek konstruksi, khususnya dalam konteks budaya dan pariwisata, serta memperluas aplikabilitas metodologi yang telah terbukti pada studi kasus Kampung Seni Borobudur.

  1. #warisan budaya#warisan budaya
  2. #sistem keamanan#sistem keamanan
Read online
File size203.75 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2KB
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test