ISI YogyakartaISI Yogyakarta
Resital: Jurnal Seni PertunjukanResital: Jurnal Seni PertunjukanMusik metal terkait dengan isu kekerasan, pemberontakan, kesewenang-wenangan. Oleh karenanya, band metal juga lekat dengan citra-citra itu. Namun demikian, Purgatory, band metal dari Jakarta, mencoba memunculkan citra yang berbeda. Mereka mengusung nilai-nilai religius islami dalam karya musik dan pertunjukannya. Dalam tulisan ini, penulis berupaya untuk memahami cara band ini tetap memiliki penggemar dengan isu-isu yang diusung tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi-partisipasi. Penulis mengikuti dalam peristiwa-persitiwa pementasan musik metal dan juga berbagai aktivitas yang mengelilinginya. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ada tiga dimensi persepsi estetika yaitu mengusung nilai-nilai religius Islami, memiliki kekhasan yang menampilkan ciri musik metal, dan mensyiarkan nilai-nilai kebaikan yang mendorong Mogerz, yakni para penggemar Purgatory tetap tertarik dengan band itu dan musiknya.
Purgatory sebagai band metal memiliki ekosistem sendiri, termasuk di dalamnya bisnis musik dan penggemar.Dengan mengusung nilai-nilai religius Islami yang sejauh ini sangat bertolak belakang dengan tema-tema yang dibawakan oleh kelompok-kelompok musik metal, Purgatory tetap memiliki penggemar.Daya tarik Purgatory dan karya-karyanya ini muncul karena karya mereka memang memiliki kekhasan yang menampilkan ciri musik metal.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerimaan masyarakat terhadap musik metal yang mengusung nilai-nilai religius, terutama di kalangan generasi muda yang umumnya cenderung skeptis terhadap musik ini. Pertanyaan penelitian yang diajukan bisa berupa: Apa yang membuat musik metal dengan tema religius dapat diterima secara positif oleh audiens yang beragam? Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk meneliti dampak yang ditimbulkan oleh musik metal religius terhadap perilaku sosial penggemarnya. Terakhir, studi tentang bagaimana perubahan lirik dan tema dalam musik metal dapat beradaptasi dan relevan dengan isu-isu kontemporer dalam masyarakat mungkin dapat memberikan wawasan yang berharga dan memperluas pemahaman kita tentang interaksi antara musik dan agama.
| File size | 1022.59 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur kepada local hero Batik Seng, observasi lapangan, serta analisis deskriptif-kualitatif.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur kepada local hero Batik Seng, observasi lapangan, serta analisis deskriptif-kualitatif.
OJSOJS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran beauty influencer (pemberi pengaruh) dalam strategi meningkatkan promosi suatu produk kecantikanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran beauty influencer (pemberi pengaruh) dalam strategi meningkatkan promosi suatu produk kecantikan
OJSOJS Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pengajaran yang terarah dan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman dan penggunaan pelengkap subjek secaraHasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pengajaran yang terarah dan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman dan penggunaan pelengkap subjek secara
OJSOJS Temuan penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan belajar siswa dipengaruhi oleh karakteristik internal seperti sikap, motivasi, dan kecerdasan, sertaTemuan penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan belajar siswa dipengaruhi oleh karakteristik internal seperti sikap, motivasi, dan kecerdasan, serta
OJSOJS Faktor penyebab alih kode meliputi penyesuaian latar belakang bahasa, kehadiran pihak ketiga, serta perubahan topik percakapan. Penelitian ini menyimpulkanFaktor penyebab alih kode meliputi penyesuaian latar belakang bahasa, kehadiran pihak ketiga, serta perubahan topik percakapan. Penelitian ini menyimpulkan
IKMEDIAIKMEDIA Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan instrumen peneliti sebagai manusia itu sendiri. Untuk memperkuat data, peneliti menggunakanPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan instrumen peneliti sebagai manusia itu sendiri. Untuk memperkuat data, peneliti menggunakan
EDUPEDEDUPED Penelitian ini dibagi dalam dua siklus yang disesuaikan dengan jumlah jam tatap muka pada jam pelajaran olahraga dan kesehatan. Masing-masing siklus terdiriPenelitian ini dibagi dalam dua siklus yang disesuaikan dengan jumlah jam tatap muka pada jam pelajaran olahraga dan kesehatan. Masing-masing siklus terdiri
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Bentuk tabbhuwân yang dinamis adalah cara masyarakat Madura memaknai budaya dan realitas hari ini (kontemporer). Tabbhuwân merupakan wujud interaksiBentuk tabbhuwân yang dinamis adalah cara masyarakat Madura memaknai budaya dan realitas hari ini (kontemporer). Tabbhuwân merupakan wujud interaksi
Useful /
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Metode yang digunakan adalah participatory action research yang meliputi pemetaan kebutuhan, perencanaan, implementasi, pendampingan, serta evaluasi. EmpatMetode yang digunakan adalah participatory action research yang meliputi pemetaan kebutuhan, perencanaan, implementasi, pendampingan, serta evaluasi. Empat
IKMEDIAIKMEDIA Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif denganResponden sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengunjung terhadapPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif denganResponden sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengunjung terhadap
IKMEDIAIKMEDIA Museum Negeri Provinsi Riau, yang saat ini lebih dikenal dengan nama Museum Sang Nila Utama, merupakan salah satu museum di Indonesia yang lahir dari programMuseum Negeri Provinsi Riau, yang saat ini lebih dikenal dengan nama Museum Sang Nila Utama, merupakan salah satu museum di Indonesia yang lahir dari program
IKMEDIAIKMEDIA Tata cara perkawinan suku mandailing sebelum adanya era globalisasi di kecamatan mandau memiliki 18 tahapan dan setelah adanya era globalisasi tata caraTata cara perkawinan suku mandailing sebelum adanya era globalisasi di kecamatan mandau memiliki 18 tahapan dan setelah adanya era globalisasi tata cara