PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON

Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan KelautanBarakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan

Ikan capungan Banggai atau Banggai cardinalfish (BCF) memiliki habitat di perairan yang terlindung, seperti di Teluk Lalong, Kabupaten Banggai. Banggai cardinalfish berasosiasi dengan berbagai biota seperti bulu babi (terutama Diadema setosum) yang dekat dengan ekosistem karang, lamun dan kawasan mangrove. Tujuan penelitian adalah menganalisis cemaran sampah laut pada habitat Banggai cardinalfish di Teluk Lalong. Penelitian menggunakan metode sampling kuadrat (2m x 2m) dengan garis transek 20 m-30 m pada 4 titik lokasi penelitian. Berdasarkan analisa jenis sampah laut organik terdiri dari: kayu ukuran sedang, serpihan kayu, kelapa, sabut kelapa, daun dan bangkai ikan. Jenis sampah laut anorganik terdiri dari botol kaca, kaleng timah, bohlam lampu, popok bayi, botol oli, botol air mineral, gelas plastik, sendok plastik, sikat gigi, pelampung, plastik pembungkus, keranjang plastik, korek api, tali, jaring nelayan, sterofoam, sandal karet, ban dan serpihan plastik. Rata-rata sampah pada Stasiun 1 jumlah 17 item/ m2, volume 0,13 m3, berat 1.251 gr/m2; Stasiun 2 jumlah 16,75 item/ m2, volume 0,10 m3, berat 1.157 gr/m2; Stasiun 3 jumlah 20,5 item/ m2, volume 0,04 m3, berat 2.341 gr/ m2; Stasiun 4 jumlah 26.3 item/ m2, volume 0,07 m3, berat 1.895 gr/ m2. Berdasarkan pengamatan pada titik lokasi di pelabuhan banyak ditemukan habitat ikan BCF yang terpapar sampah laut dikarenakan tingginya aktivitas masyarakat dan kurangnya kapasitas pengelolaan sampah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak sampah laut mengganggu perilaku dan mikrohabitat ikan Banggai Cardinalfish (BCF).Sampah laut yang ditemukan terdiri dari jenis organik dan anorganik, seperti kayu, kelapa, botol plastik, dan serpihan sampah lainnya.Kondisi ini memerlukan tindakan secepatnya untuk melindungi habitat BCF di Teluk Lalong.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak jangka panjang paparan mikroplastik terhadap fisiologi dan reproduksi ikan BCF. Penelitian ini dapat menggunakan analisis biomarker untuk mengukur tingkat stres oksidatif dan kerusakan DNA pada ikan yang terpapar mikroplastik. Kedua, penting untuk menginvestigasi efektivitas berbagai metode pengelolaan sampah laut di Teluk Lalong, termasuk penerapan sistem daur ulang yang terintegrasi dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pengurangan sampah plastik. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pemodelan dinamika arus laut dan penyebaran sampah di Teluk Lalong untuk mengidentifikasi sumber-sumber utama pencemaran dan merancang strategi mitigasi yang lebih efektif. Penelitian ini akan memberikan informasi penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem Teluk Lalong dan melindungi habitat ikan BCF.

  1. Marine Debris Management and Environmental Quality in Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni Koumans,... jurnal.publikasi-untagcirebon.ac.id/index.php/barakuda45/article/view/680Marine Debris Management and Environmental Quality in Banggai Cardinalfish Pterapogon kauderni Koumans jurnal publikasi untagcirebon ac index php barakuda45 article view 680
  2. Life history of Banggai cardinalfish, Pterapogon kauderni (Actinopterygii: Perciformes: Apogonidae),... aiep.pensoft.net/article/26397Life history of Banggai cardinalfish Pterapogon kauderni Actinopterygii Perciformes Apogonidae aiep pensoft article 26397
Read online
File size755.64 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test