PENERBITPENERBIT

Metta : Jurnal Ilmu MultidisiplinMetta : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Pulau Bali terkenal dengan adat dan budayanya yang berlandaskan agama Hindu. Perubahan zaman membawa perkembangan dunia yang semakin maju, termasuk dalam pelaksanaan upacara ngaben. Banyak warga yang memilih kremasi karena kepraktisan, ekonomis, dan tanpa mengurangi makna. Krematorium Bebalang, Bangli, menjadi salah satu pilihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tinjauan deskriptif kualitatif, studi pustaka, wawancara, dan observasi. Ngaben adalah upacara pitra Yajña, pembayaran hutang kepada leluhur, yaitu pembakaran mayat Hindu di Bali. Masyarakat mulai beralih ke krematorium, terutama selama pandemi. Krematorium Sagraha Mandra Kantha Santhi didirikan pada 2019 dan banyak digunakan karena kepraktisan, biaya relatif murah, dan prosesi yang mirip dengan ngaben tradisional.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kremasi menjadi solusi bagi masyarakat Bali dalam melaksanakan upacara ngaben.Hal ini didorong oleh kepraktisan, efisiensi waktu, dan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan upacara tradisional.Krematorium Sagraha Mandra Kantha Santhi di Bebalang, Bangli, menjadi salah satu pilihan populer, terutama selama pandemi.Dengan demikian, kremasi menawarkan alternatif yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa mengorbankan esensi spiritual dari upacara ngaben.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak sosial dan ekonomi keberadaan krematorium terhadap desa adat dan masyarakat sekitar, termasuk perubahan pola interaksi sosial dan redistribusi pendapatan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk membandingkan makna dan pengalaman spiritual yang dirasakan oleh keluarga yang melaksanakan ngaben di krematorium dengan yang melaksanakan di setra tradisional, untuk memahami apakah ada perbedaan signifikan dalam proses berduka dan penerimaan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model krematorium yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, dan pelestarian nilai-nilai budaya Bali. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena kremasi di Bali dan memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik keagamaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Read online
File size323.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test