MANDALANURSAMANDALANURSA

JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)

Industri perhotelan di kota-kota besar menghadapi persaingan ketat dalam menyediakan layanan yang berkualitas. Sebagai bagian yang intens dalam melayani tamu, front office diharuskan menampilkan emosi sesuai aturan display perusahaan, proses ini disebut emotional labor. Namun, tidak selalu mudah dilakukan, terutama saat ada kejadian yang mengganggu suasana hati. Perceived organizational support (POS) sebagai salah satu sumber peristiwa afektif dapat memengaruhi keadaan afektif karyawan di tempat kerja. Berdasarkan masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh POS terhadap emotional labor pada front office hotel berbintang 4 dan 5 di Semarang. Sebanyak 60 subjek dikumpulkan melalui sampling purposif. Data dianalisis melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana. Studi menunjukkan bahwa POS secara negatif memengaruhi emotional labor, dengan p-value <0,05 dan kontribusi sebesar 13,8%. Persamaan regresi Y=27,96 -0,263X. Temuan ini menunjukkan bahwa POS tinggi dapat mengurangi beban emotional labor dan memengaruhi kualitas layanan yang diberikan kepada tamu.

Penelitian ini menemukan bahwa persepsi dukungan organisasi memiliki pengaruh negatif terhadap emotional labor pada front office hotel berbintang 4 dan 5 di Semarang.Ketika front office merasa mendapatkan dukungan yang tinggi dan positif dari tempat kerja, usaha dalam melakukan emotional labor berkurang.Hal ini karena persepsi dukungan organisasi yang tinggi dapat mengurangi beban emosional selama bekerja dan meningkatkan motivasi karyawan untuk memberikan layanan berkualitas sesuai harapan organisasi.Ketika front office tidak merasa terbebani oleh tuntutan emotional labor, penampilan layanan yang diberikan akan terlihat lebih tulus dan autentik, yang dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas tamu.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh dukungan manajer terhadap emotional labor di sektor perhotelan dengan mempertimbangkan variabel moderasi budaya kerja. Selain itu, studi tentang hubungan antara lingkungan kerja yang mendukung dan strategi regulasi emosi karyawan dapat dikembangkan untuk memahami dinamika lebih dalam. Selanjutnya, penelitian eksperimental yang menguji efektivitas program pelatihan empati bagi staf front office dalam mengelola tuntutan emosional dapat menjadi arah baru untuk meningkatkan kualitas layanan.

  1. Pengaruh Kompensasi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening... doi.org/10.36418/cerdika.v1i3.41Pengaruh Kompensasi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening doi 10 36418 cerdika v1i3 41
Read online
File size329.94 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test