RESEARCHHUBRESEARCHHUB

Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan IndonesiaJurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia

Health personnel play a crucial role in delivering health services, including disaster management. In Indonesia, floods are the most frequent type of disaster, with East Aceh District experiencing recurring floods that resulted in four fatalities between 2019 and 2022. Rantau Selamat Subdistrict is particularly vulnerable, making it essential for the local health center to function effectively as a frontline facility during flood events. This study aims to describe the preparedness of health workers in flood disaster management at the Rantau Selamat Health Center, East Aceh District. A descriptive research design with a cross-sectional approach was employed. Total sampling was used, involving 96 health workers. Data were collected through questionnaires. The results indicated that 95.8% of respondents had good knowledge and attitudes toward flood preparedness. However, disaster emergency response capacity was low among 62.5% of respondents, and 81.3% showed limited access to or awareness of an effective early warning system. In contrast, all respondents (100%) reported good readiness in terms of resource mobilization. In conclusion, most health workers demonstrated good knowledge, attitudes, and readiness in terms of resource and medication availability. However, weaknesses were identified in the emergency response plan and early warning system, indicating the need for strategic improvements to enhance overall preparedness for flood disaster management at the Rantau Selamat Health Center.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini berjenis kelamin perempuan, berusia antara 36–45 tahun (lanjut usia), dan sebagian besar merupakan personel bidan.Sebagian besar responden menunjukkan pengetahuan dan sikap yang baik terkait manajemen bencana banjir.Namun, mayoritas menunjukkan kesiapan yang tidak memadai dalam hal perencanaan tanggap darurat dan sistem peringatan dini.Di sisi lain, sebagian besar responden menunjukkan kemampuan yang baik dalam memobilisasi sumber daya untuk merespons bencana banjir.Perlu adanya peningkatan pengembangan sistem peringatan dini banjir, penguatan kolaborasi lintas sektor, dan perumusan rencana tanggap darurat yang komprehensif yang mencakup pemetaan wilayah rawan banjir.Selain itu, perlu dilakukan pelatihan terkait manajemen bencana banjir dan peningkatan koordinasi dengan instansi terkait lainnya.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti kesenjangan dalam kesiapsiagaan tenaga kesehatan menghadapi banjir, khususnya terkait perencanaan tanggap darurat dan sistem peringatan dini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling berpengaruh terhadap efektivitas perencanaan tanggap darurat di puskesmas rawan banjir, dengan mempertimbangkan variabel seperti pelatihan, ketersediaan sumber daya, dan koordinasi lintas sektor. Kedua, penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus mendalam dapat mengeksplorasi pengalaman dan persepsi tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi banjir nyata, guna memahami hambatan dan strategi adaptasi yang mereka terapkan. Ketiga, penelitian mixed-methods yang menggabungkan survei dan wawancara kelompok terfokus dapat menginvestigasi efektivitas berbagai model sistem peringatan dini yang diterapkan di puskesmas, serta mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan respons tenaga kesehatan terhadap peringatan dini. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi bencana banjir, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.

  1. A Review of Health Workers' Preparedness in Flood Disaster Management at Rantau Selamat Public Health... researchhub.id/index.php/jikki/article/view/8163A Review of Health Workers Preparedness in Flood Disaster Management at Rantau Selamat Public Health researchhub index php jikki article view 8163
  2. Peran Tenaga Kesehatan Dalam Penanganan Manajemen Bencana ( Disaster Management) | Jurnal Ilmiah Kesehatan... doi.org/10.33475/jikmh.v1i1.87Peran Tenaga Kesehatan Dalam Penanganan Manajemen Bencana Disaster Management Jurnal Ilmiah Kesehatan doi 10 33475 jikmh v1i1 87
  3. THE ROLE OF TANGERANG CITY GOVERNMENT IN FLOOD CONSTRUCTION AND PREVENTION IN 2020 | Jurnal Agregasi... ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/view/3060THE ROLE OF TANGERANG CITY GOVERNMENT IN FLOOD CONSTRUCTION AND PREVENTION IN 2020 Jurnal Agregasi ojs unikom ac index php agregasi article view 3060
  4. Review: Analisis Peran Tenaga Kesehatan dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir di Kabupaten Malang... doi.org/10.33084/bjmlt.v3i1.1911Review Analisis Peran Tenaga Kesehatan dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir di Kabupaten Malang doi 10 33084 bjmlt v3i1 1911
Read online
File size497.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test