DAARULHUDADAARULHUDA

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu SosialSocius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

Bencana banjir sudah seperti tradisi yang sering terjadi dikota medan apalagi kala musim hujan melanda tahun ketahun. menurut kamus antropologi tradisi merupakan kebiasaan kebiasaan dari kehidupan suatu penduduk. pendekatan yang pernah dikaji dan menjadi kajian antropologi kebencanaan ialah “subkebudayaan bencana (Disaster subculture). konsep ini tercipta dari perilaku masyarakat, yang melihat nilai , norma-norma , kepercayaan dan sistem pengetahuan dan teknologi serta organisasi sosial dalam melakukan pencegahan bencana, ketika terjadi bencana alam bagian bagian dari sub kebudayan harus belajar dari kejadian sebelum nya. Menurut Prof irwan Abdullah “selalu saja sebuah bencana dianggap sebagai pengalaman baru, sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sehingga belum menjadi pengetahuan atau pengalaman keseluruhan masayarakat. Sehingga sumbangsi antropologis sangat diperlukan melalui catatan catatn etnografi sebelum nya dengan teknik pengamatan. Dalam melakukan proses penanggulangan bencana dapat dilakukan dari pra bencana, Bencana, Pasca Bencana. Saran yang ditulis dari penulis ditujukan kepada pemerintah dan masayarakat umum agar melakukan penanggulang bencana banjir di kecamatan medan labuhan harus melihat dari pengalaman dan catatan catatan etnografis dari bencana serupa sebelumnya sehingga melakukan perbaikan termasuk kedalam nilai-nilai, norma-norma , kepercayaan dan sistem pengetahuan dan teknologi serta organisasi sosial yang ada. Sehingga terciptanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Bencana banjir sudah seperti tradisi yang sering terjadi dikota medan apalagi kala musim hujan melanda tahun ketahun.menurut kamus antropologi tradisi merupakan kebiasaan kebiasaan dari kehidupan suatu penduduk.pendekatan yang pernah dikaji dan menjadi kajian antropologi kebencanaan ialah “subkebudayaan bencana (Disaster subculture).konsep ini tercipta dari perilaku masyarakat, yang melihat nilai , norma-norma , kepercayaan dan sistem pengetahuan dan teknologi serta organisasi sosial dalam melakukan pencegahan bencana, ketika terjadi bencana alam bagian bagian dari sub kebudayan harus belajar dari kejadian sebelum nya.Menurut Prof irwan Abdullah “selalu saja sebuah bencana dianggap sebagai pengalaman baru, sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sehingga belum menjadi pengetahuan atau pengalaman keseluruhan masayarakat.Sehingga sumbangsi antropologis sangat diperlukan melalui catatan catatn etnografi sebelum nya dengan teknik pengamatan.

Bagaimana kita dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai sejarah bencana banjir di daerah mereka untuk memperkuat tindakan preventif? Adakah cara baru untuk memanfaatkan teknologi modern dalam memetakan dan merespons daerah rawan banjir dengan lebih efektif? Serta, bagaimana pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat bisa ditingkatkan untuk menciptakan strategi penanggulangan bencana yang lebih responsif dan adaptif?.

  1. #hasil belajar#hasil belajar
  2. #sistem tanah#sistem tanah
Read online
File size250.57 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-1Ez
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test