IAIIIAII

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas)iJurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas)i

Keselarasan strategis bisnis dan Teknologi Informasi (TI) merupakan elemen penting bagi suatu organisasi agar organisasi tersebut dapat merealisasikan manfaat teknologi informasi untuk bisnis yang mereka jalankan. Kemajuan teknologi khususnya dalam era Revolusi Industri 4.0 membuat semua organisasi yang ingin memenangkan persaingan tidak hanya menerapkan teknologi dalam proses bisnisnya, namun juga harus menyelaraskan penggunaan teknologi informasi tersebut dengan unit-unit non TI yang ada dalam organisasi. Dampak Revolusi Industri dirasakan di semua bidang, tak terkecuali pendidikan. Di tengah banyaknya penelitian tentang pengukuran level keselarasan strategis pada institusi pendidikan tinggi, penelitian ini berfokus pada pengukuran level keselarasan strategis yang telah dijalankan oleh institusi selain pendidikan tinggi, yakni Lembaga Edukasi dan Konsultasi TI di Yogyakarta. Model yang digunakan dalam pengukuran keselarasan ini adalah Strategic Alignment Maturity Model (SAMM). Dari penelitian ini diketahui bahwa Lembaga Edukasi dan Konsultasi TI yang secara aktif memberi jasa konsultasi dan pendidikan terkhusus di bidang TI, memahami pentingnya Keselarasan Strategis Bisnis dan TI dan menerapkannya dalam menjalani aktivitas usahanya. Namun, meskipun telah melaksanakan best practice TI seperti apa yang telah diajarkannya kepada customernya, lembaga ini perlu menyadari dan meningkatkan area SDM TI, komunikasi bisnis dan TI, dan pengukuran nilai manfaat dan Kompetensi TI.

Penelitian ini menemukan bahwa lembaga edukasi dan konsultasi TI di Yogyakarta memiliki tingkat keselarasan strategis bisnis dan TI sebesar 3,87 (level 3), dengan kekuatan pada tata kelola TI serta ruang lingkup dan arsitektur infrastruktur TI (level 4).Meskipun lembaga telah menerapkan praktik terbaik TI dan membangun kemitraan bisnis, masih diperlukan peningkatan pada komunikasi bisnis‑TI, pengukuran nilai manfaat TI, dan pengembangan kompetensi SDM TI.Oleh karena itu, disarankan untuk memperbaiki efektivitas liaison, mengimplementasikan pengukuran manfaat TI yang komprehensif, serta membentuk komite steering TI formal untuk mendukung keputusan strategis.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak keberadaan komite steering TI formal terhadap peningkatan tingkat kematangan keselarasan strategis pada lembaga edukasi dan konsultasi serupa, dengan menguji bagaimana struktur keputusan TI mempengaruhi integrasi bisnis‑TI. Selanjutnya, perlu dikembangkan dan dievaluasi kerangka kerja pengukuran manfaat TI yang komprehensif, mencakup dimensi finansial, teknis, dan operasional, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman nilai kontribusi TI bagi organisasi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi model pelatihan lintas‑fungsi untuk meningkatkan kompetensi SDM TI, khususnya dalam peran liaison, guna memperbaiki komunikasi antara unit bisnis dan TI dan mendukung implementasi strategi bisnis yang lebih selaras.

  1. #kinerja karyawan#kinerja karyawan
  2. #pengambilan keputusan#pengambilan keputusan
Read online
File size550.03 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1G7
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test