IAIIIAII

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas)iJurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas)i

Setiap organisasi pasti menghimpun data akibat dari penggunaan teknologi informasi. Seiring waktu data diproses menjadi informasi. Informasi yang terhimpun dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Namun tidak semua informasi dapat langsung digunakan untuk proses pengambilan keputusan. Perlu metode serta pembobotan didalam proses mendapatkan informasi. Salah satu model pada sistem pendukung keputusan adalah Multi Criteria Decision Making (MCDM). Model MCDM memungkinkan untuk memberikan informasi pilihan terbaik dari beberapa pilihan dari banyak kriteria dan alternatif yang digunakan. Penelitian ini membandingkan model MCDM yaitu metode ELECTRE (Elimination Et Choix Traduisant la Realite), SMART (Simple Multi-Attribute Rating Technique), ARAS (Additive Ratio Assessment) sebagai penentuan prioritas penanganan daerah terdampak bencana alam yang harus ditangani dahulu dalam proses RENAKSI (Rencana Aksi Rekontruksi dan Rehabilitasi) kejadian bencana alam gempa bumi. Metode ELECTRE memiliki proses algoritma yang berbeda dengan SMART maupun ARAS. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai uji validasi metode ELECTRE, SMART dan ARAS terhadap dataset kejadian bencana alam gempa bumi. Nilai korelasi spearman rank untuk ketiga metode adalah sebesar 0,96. Sedangkan untuk nilai korelasi sebesar 0,85 untuk metode ARAS dan 0,82 untuk metode ELECTRE dan SMART.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode ELECTRE, SMART dan ARAS dapat digunakan untuk menentukan proses penanggulangan bencana dengan dataset kejadian bencana.Hal ini ditunjukan dengan nilai korelasi rank spearman sebesar 0,9636 untuk ketiga metode.Selain itu, berdasarkan nilai korelasi dasar yang dihasilkan, metode SPK yang memiliki fungsi nilai optimum atau nilai baseline akan menghasilkan nilai korelasi dasar yang lebih baik daripada metode SPK yang tidak.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan metode ELECTRE, SMART, dan ARAS dalam konteks bencana alam yang berbeda, seperti banjir atau tsunami, untuk melihat apakah metode yang sama tetap efektif. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi metode-metode ini dengan dataset yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk data dari berbagai negara, untuk meningkatkan keterbatasan dalam generalisasi hasil. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan metode hibrid yang menggabungkan kelebihan dari ketiga metode ini untuk meningkatkan akurasi dan keefektifan dalam penentuan prioritas penanganan bencana.

  1. #pengambilan keputusan#pengambilan keputusan
  2. #alat bantu#alat bantu
Read online
File size817.52 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1G9
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test