LLILLI

Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan HumanioraJurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana Kurikulum Merdeka diterapkan sebagai upaya strategis dalam membentuk karakter siswa di lingkungan sekolah. Kurikulum ini dirancang sebagai solusi atas sistem pendidikan sebelumnya yang dinilai kurang fleksibel, dengan memberi kebebasan lebih kepada siswa untuk mengembangkan potensi diri, berpikir secara kritis, dan menciptakan inovasi melalui pendekatan pembelajaran yang beragam dan berpusat pada peserta didik. Salah satu elemen utama dari Kurikulum Merdeka adalah penggunaan metode pembelajaran berbasis proyek yang diarahkan untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Profil ini mencakup nilai-nilai inti seperti religiusitas, kemandirian, semangat gotong royong, wawasan kebinekaan global, serta kemampuan bernalar kritis. Dalam pelaksanaannya, Kurikulum Merdeka juga menitikberatkan pada pembinaan karakter melalui tiga pendekatan utama: kegiatan pembelajaran di kelas, penguatan budaya sekolah, dan keterlibatan komunitas. Pembentukan karakter tidak hanya dilakukan lewat materi ajar, tetapi juga melalui berbagai kegiatan di luar kelas seperti program kokurikuler dan ekstrakurikuler yang menanamkan nilai-nilai moral dan sosial. Proses pembentukan karakter siswa dirancang secara sistematis dan berkelanjutan dengan menggabungkan aspek kognitif, emosional, serta keterampilan motorik, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan akhlak yang baik. Berdasarkan temuan penelitian ini, Kurikulum Merdeka memiliki potensi yang signifikan dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih menyeluruh dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Kurikulum Merdeka dirancang untuk meningkatkan keunggulan akademik sekaligus membentuk karakter siswa yang kuat dan berintegritas melalui pendekatan adaptif dan berpusat pada siswa.Penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum ini meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, serta menumbuhkan sikap moral positif melalui proyek‑berbasis kegiatan seperti kampanye antikorupsi dan kebersihan lingkungan.Kendati demikian, guru masih menghadapi tantangan dalam memaksimalkan fleksibilitas kurikulum dan menyelaraskan materi akademik dengan pembentukan karakter, sehingga diperlukan dukungan berkelanjutan dan pelatihan memadai bagi tenaga pendidik.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pelatihan intensif bagi guru memengaruhi kemampuan mereka dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kerangka fleksibel Kurikulum Merdeka; selanjutnya, studi dapat mengembangkan dan menguji alat penilaian karakter yang terstruktur untuk mengukur hasil moral dan sosial siswa yang mengikuti Kurikulum Merdeka; terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran keterlibatan komunitas dan orang tua dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek untuk menumbuhkan nilai‑nilai Profil Pelajar Pancasila pada siswa, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang faktor‑faktor pendukung keberhasilan kurikulum tersebut.

  1. Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di SMK NU Darussalam Kecamatan Srono | Jurnal Budi... doi.org/10.61132/jbpai.v2i4.495Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di SMK NU Darussalam Kecamatan Srono Jurnal Budi doi 10 61132 jbpai v2i4 495
Read online
File size225.36 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test