JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Sebagian besar wanita yang melahirkan pervaginam berisiko mengalami laserasi perineum, baik karena robekan spontan maupun episiotomi. Laserasi perineum dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang menimbulkan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu postpartum dengan laserasi perineum derajat kedua. Terdapat 120 partisipan yang dipilih dalam penelitian ini. Penelitian ini berlokasi di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu Lampung Indonesia. Analisis statistik menggunakan chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum secara signifikan adalah pendidikan, pantang makanan, jenis jahitan, pengetahuan tentang perawatan perineum, perawatan perineum, kepatuhan minum obat, dan jenis laserasi. Faktor yang paling dominan adalah pantang makanan. Wanita dan keluarga harus didorong dan diberi konseling oleh bidan tentang pentingnya meningkatkan pengetahuan, kebersihan perineum, kepatuhan obat untuk membantu mengurangi risiko kontaminasi dan meningkatkan penyembuhan luka, terutama nutrisi pada postpartum yang dapat membantu penyembuhan luka untuk mengurangi morbiditas ibu.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan, pantang makanan, jenis jahitan, pengetahuan tentang perawatan perineum, perawatan perineum, kepatuhan minum obat, dan jenis laserasi merupakan faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum.Pantang makanan merupakan faktor dominan dalam penyembuhan luka perineum.Oleh karena itu, penting bagi wanita dan keluarga untuk mendapatkan konseling dari bidan mengenai pentingnya pengetahuan, kebersihan perineum, dan kepatuhan obat untuk mengurangi risiko kontaminasi dan meningkatkan penyembuhan luka, terutama dengan memperhatikan asupan nutrisi yang cukup pada masa postpartum.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan desain studi longitudinal untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor yang diteliti dengan penyembuhan luka perineum. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman ibu postpartum mengenai praktik perawatan perineum dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ketiga, penelitian intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik perawatan perineum yang benar pada ibu postpartum, serta mengurangi praktik pantang makanan yang tidak rasional. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas perawatan perineum dan mengurangi morbiditas ibu postpartum.

  1. Strategies for containing Ebola in West Africa | Science. strategies containing ebola west africa science... science.org/doi/10.1126/science.1260612Strategies for containing Ebola in West Africa Science strategies containing ebola west africa science science doi 10 1126 science 1260612
  2. SciELO Brazil - Episiotomy healing assessment: Redness, Oedema, Ecchymosis, Discharge, Approximation... Doi.Org/10.1590/0104-1169.3633.2538SciELO Brazil Episiotomy healing assessment Redness Oedema Ecchymosis Discharge Approximation Doi Org 10 1590 0104 1169 3633 2538
Read online
File size364.35 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test