UMJ PremiumUMJ Premium

Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)

Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan asuhan gizi pada pasien diabetes mellitus dengan infeksi luka operasi post-cranioplasty. Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun dengan hiperglikemia, ILO post-cranioplasty berisiko tinggi malnutrisi dan hasil asesmen SGA menunjukan malnutrisi sedang. Pasien memiliki status gizi kurang dan riwayat gizi asupan protein kurang. Penilaian biokimia menunjukan pasien mengalami hiperglikemia, gangguan ginjal akut, anemia, infeksi, dan ketidakseimbangan elektrolit. Pasien mengalami takikardia dengan kesadaran baik, tanpa disertai mual, muntah, dan sesak napas. Intervensi gizi pasien diberikan kombinasi diet DM 1800 kkal makanan biasa dan 2x200 mL formula komersil khusus diabetes. Hasil monitoring menunjukan perbaikan pada asupan protein, kadar glukosa darah sewaktu (GDS), dan frekuensi nadi pasien. Terapi gizi yang konsisten dan mengandung protein tinggi bagi pasien diabetes mellitus dengan komplikasi infeksi luka operasi berperan penting dalam perbaikan kondisi pasien.

Laporan kasus ini menunjukan peranan penting pemberian terapi gizi yang konsisten dan mengandung protein tinggi bagi pasien T2DM dengan komplikasi ILO post-cranioplasty.Pemberian terapi gizi yang tepat disertai dengan terapi pengobatan yang sesuai dapat mendukung stabilitas kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.Meskipun demikian, diperlukan peningkatan waktu pemberian terapi gizi dan penerapan pemberian suplementasi sumber antioksidan agar proses penyembuhan pasien dapat berlangsung optimal.

Pertama, perlu diteliti efektivitas pemberian suplementasi antioksidan seperti vitamin A, C, dan zat besi secara terpadu dalam jangka panjang terhadap proses penyembuhan luka operasi pada pasien diabetes mellitus pasca cranioplasty, mengingat keterbatasan asupan zat gizi mikro dari makanan saja selama perawatan. Kedua, penting untuk mengkaji dampak pendekatan edukasi gizi yang lebih komprehensif terhadap kepatuhan pasien, khususnya yang mencakup pemahaman tentang peran makanan dan zat gizi dalam penyembuhan luka, guna mendukung terapi di rumah setelah pasien pulang. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang durasi optimal pendampingan gizi yang diperlukan untuk mencapai perbaikan klinis yang bermakna pada pasien dengan infeksi luka operasi kronis pasca cranioplasty dan diabetes, mengingat evaluasi hanya dilakukan selama tiga hari dalam laporan ini. Penelitian lanjutan yang menggabungkan ketiga aspek ini akan memberikan gambaran lebih utuh mengenai strategi pendampingan gizi yang efektif bagi kelompok pasien dengan kondisi kompleks ini.

  1. Asuhan Gizi pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Infeksi Luka Operasi (ILO) Post-Cranioplasty | Muhammadiyah... doi.org/10.24853/mjnf.5.2.121-133Asuhan Gizi pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Infeksi Luka Operasi ILO Post Cranioplasty Muhammadiyah doi 10 24853 mjnf 5 2 121 133
Read online
File size604.36 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test