DCCDCC

Jurnal JUSINTAJurnal JUSINTA

Koperasi anggota BTPN Pringsewu memiliki sistem pengloahan data simpan pinjam yang masih belum terkomputerisasi sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses penerimaan anggota baru dan transaksi simpan pinjam, tidak bisa membuat laporan anggota setiap saat jika dibutuhkan walaupun dapat dilakukan butuh waktu yang tidak sedikit dan sulit untuk mengetahui berapa jumlah simpanan, pinjaman dan angsuran anggota koperasi. sehingga sering terjadinya keterlambatan dan kesalahan dalam memproses pengolahan data simpan pinjamnya. Berdasarkan data tersebut, maka diperlukan sebuah sistem informasi pengolahan data simpan pinjam yang dapat membantu masalah-masalah yang terjadi. Metode yang digunakan dalam membangun sistem informasi tersebut adalah metode pengembangan system SDLC (System Development Life Cycle) model waterfall. Dengan adanya sistem yang telah terkomputerisasi, diharapkan dapat membantu dalam meminimalisir kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada saat pencatatan data anggota koperasi yang ada, serta agar dapat memudahkan karyawan maupun pemiliknya untuk mendapatkan laporan simpan pinjam anggota koperasi secara cepat dan akurat.

Hasilnya, proses pencatatan simpanan, pinjaman dan angsuran menjadi lebih cepat, akurat dan mempermudah pembuatan laporan.Namun aplikasi masih bersifat desktop sehingga anggota tidak bisa memeriksa saldo secara online.

Penelitian ini membuka peluang untuk meningkatkan akses anggota terhadap informasi simpan pinjam. Sebagai langkah selanjutnya, sebaiknya pengembangan sistem berekspansi menjadi berbasis web agar anggota dapat memeriksa saldo, pinjaman, dan angsuran secara real‑time melalui perangkat mobile. Selain itu, pelaporan audit internal dapat diintegrasikan dalam sistem, sehingga manajemen koperasi dapat mengidentifikasi tren risiko lebih dini. Tak kalah penting, penambahan modul pelatihan keuangan bagi anggota dapat disediakan melalui platform e‑learning yang terhubung dengan sistem, sehingga pemahaman mereka tentang investasi dan pengelolaan uang meningkat. Pada aspek keamanan, penelitian lanjutan perlu memperkenalkan teknologi enkripsi data dan otentikasi dua faktor untuk melindungi data sensitif koperasi. Untuk memaksimalkan efisiensi, studi tambahan dapat menguji penggunaan teknologi cloud guna mengurangi beban infrastruktur lokal. Triaging data historis dapat dikembangkan menjadi analitik prediktif guna estimasi kebutuhan kredit di masa depan. Juga, pengembangan API terbuka dapat memfasilitasi integrasi dengan lembaga keuangan lainnya, memperluas jaringan koperasi. Penelitian selanjutnya sebaiknya memperhitungkan feedback pengguna melalui survei kepuasan, agar perbaikan sistem lebih terarah. Akhirnya, evaluasi dampak sosial dari digitalisasi pada kesejahteraan anggota merencanakan studi longitudinal.

  1. #estimasi model#estimasi model
  2. #rancang bangun sistem#rancang bangun sistem
Read online
File size1.09 MB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1Et
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test