LLDIKTI13LLDIKTI13

Aceh Journal of Health InnovationAceh Journal of Health Innovation

Bullying merupakan perilaku negatif yang dilakukan dengan sengaja oleh individu atau kelompok terhadap korban secara berulang-ulang. Tindakan ini dapat memberikan dampak buruk bagi korban, terutama dalam bentuk gangguan kesehatan mental dan psikososial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi zikir terhadap tingkat stres korban bullying pada remaja sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental pre-post-test one group dengan variabel yang diukur adalah tingkat stres korban bullying pada remaja sekolah menengah pertama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah populasi 89 orang, sedangkan jumlah sampel yang digunakan berjumlah 10 responden. Tingkat stres diukur melalui Perceived Stress Scale (PSS-10) dengan diberikan zikir selama lima belas menit kepada responden. Zikir yang diberikan kepada responden dengan mengucapkan Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah), Tahlil (Laa ilaahaaillallah), dan Takbir (Allahuakbar) sebanyak 33x selama lima belas menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 80% mengalami stres sedang dan 20% mengalami stres ringan sebelum dilakukan intervensi (zikir). Setelah dilakukan zikir, tingkat stresnya menjadi stres ringan sebanyak 100%. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh terapi zikir terhadap tingkat stres korban bullying pada remaja sekolah menengah pertama. Rekomendasi dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi mengurangi tingkat stres pada mahasisswa korban bullying.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi zikir memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat stres pada remaja korban bullying.Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami stres sedang, namun setelah terapi zikir, tingkat stres mereka menurun menjadi ringan secara keseluruhan (p-value < 0,05).Dengan demikian, terapi zikir terbukti efektif sebagai intervensi untuk mengurangi stres pada remaja yang menjadi korban bullying.

Penelitian ini telah menunjukkan potensi terapi zikir dalam mengurangi stres pada remaja korban bullying, namun dengan keterbatasan pada partisipan Muslim. Untuk memperkaya pemahaman dan generalisasi, studi lanjutan dapat meneliti efektivitas intervensi serupa berbasis spiritualitas atau praktik kesadaran lainnya pada populasi remaja korban bullying dari latar belakang agama yang lebih beragam, bahkan non-religius, guna memastikan keberlakuannya secara universal. Selain itu, desain penelitian di masa depan akan sangat diuntungkan dengan penambahan kelompok kontrol atau perbandingan dengan metode intervensi pengurangan stres lain yang sudah ada. Hal ini krusial untuk mengonfirmasi bahwa penurunan tingkat stres secara eksklusif disebabkan oleh terapi zikir, bukan faktor lain, sehingga memberikan bukti kausalitas yang lebih kuat. Lebih jauh lagi, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi longitudinal yang melacak dampak jangka panjang dari terapi zikir terhadap tingkat stres dan kesejahteraan psikologis korban bullying. Penelitian ini juga dapat menyelidiki mekanisme neurologis atau fisiologis yang mendasari efek positif zikir, misalnya melalui pengukuran biomarker stres atau pencitraan otak, untuk menjelaskan bagaimana praktik ini secara internal berkontribusi pada penurunan stres dan peningkatan ketahanan mental.

  1. #rumah sakit#rumah sakit
Read online
File size161.95 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-22J
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test