LINKPUBLINKPUB

Journal of Mental HealthJournal of Mental Health

Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan bentuk gangguan persepsi sensori yang ditandai dengan mendengar suara atau bisikan yang tidak nyata. Gejala ini dapat memicu perilaku agresif dan kecenderungan isolasi sosial. Pendekatan non-farmakologis seperti art therapy dinilai bermanfaat dalam membantu pasien mengelola halusinasi secara mandiri. Tujuan: Mendekripsikan penerapan art therapy menggambar dan mewarnai dalam asuhan keperawatan pada Pasien dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode: Studi kasus ini melibatkan tiga pasien yang menunjukkan gejala halusinasi pendengaran. Implementasi keperawatan dilakukan selama tiga hari melalui pendekatan bertahap, yaitu teknik menghardik halusinasi, edukasi minum obat, distraksi melalui menggambar dan mewarnai, latihan bercakap-cakap, dan anjuran menjadikan menggambar sebagai rutinitas. Analisa data yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Adanya penurunan signifikan pada indikator verbalisasi mendengar bisikan dan perilaku halusinasi. Skor ketiga pasien mengalami penurunan dari kategori “meningkat pada hari pertama menjadi “menurun pada hari ketiga, yang menunjukkan efektivitas dari intervensi art therapy. Kesimpulan: Art therapy terbukti efektif dalam mengurangi intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan persepsi sensori. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis dalam praktik keperawatan jiwa.

Art therapy terbukti efektif dalam mengurangi intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan persepsi sensori.Intervensi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis dalam praktik keperawatan jiwa.Penerapan art therapy menggambar dan mewarnai dapat membantu pasien mengontrol gejala halusinasi.Terapi ini memberikan harapan baru dalam penanganan gangguan persepsi sensori.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat validitas hasil. Kedua, perlu dilakukan penelitian yang mengeksplorasi efektivitas art therapy dengan media lain, seperti musik atau kolase, untuk mengetahui media mana yang paling efektif dalam mengurangi gejala halusinasi pada pasien dengan karakteristik yang berbeda. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul art therapy yang terstruktur dan terstandarisasi, sehingga dapat diterapkan secara luas dan konsisten di berbagai setting pelayanan kesehatan jiwa.

  1. Impact of marbling art therapy activities on the anxiety levels of psychiatric patients | Journal of... doi.org/10.14687/jhs.v14i2.4397Impact of marbling art therapy activities on the anxiety levels of psychiatric patients Journal of doi 10 14687 jhs v14i2 4397
  2. Studi Kasus Implementasi Bercakap-cakap pada Pasien Halusinasi Pendengaran | Jurnal Penelitian Perawat... doi.org/10.37287/jppp.v5i2.1571Studi Kasus Implementasi Bercakap cakap pada Pasien Halusinasi Pendengaran Jurnal Penelitian Perawat doi 10 37287 jppp v5i2 1571
  1. #provinsi jawa#provinsi jawa
  2. #minum obat#minum obat
Read online
File size189.89 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2LF
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test