UMAUMA
Jurnal Administrasi PublikJurnal Administrasi PublikDinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) adalah organisasi hasil merger antara Bagian Keuangan Sekretariat Daerah dan Dinas Pendapatan Daerah. Sebagai organisasi hasil penggabungan, maka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tidak lepas dari permasalahan efektivitas organisasi. Dalam konteks ini, peneliti ingin mengetahui efektifitas DPPKA dalam mengelola keuangan daerah baik dalam mengelola pendapatan daerah maupun belanja daerah dan dalam memverifikasi pertanggugjawaban pelaksanaan APBD. Oleh karena itu permasalahan yang diajukan “bagaimana efektivitas DPPKA dalam mengelola keuangan daerah ?. Untuk itu dilakukan penelitian kualitatif diskriptif dan data dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumentasi dan observasi yang diambil dari 11 orang informan utama dan 19 orang informan pendukung. Validasi data dilakukan dengan teknik trianggulasi sedangkan analisa data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengelola pendapatan daerah belum efektif karena tidak seluruh pos pendapatan daerah dapat menutup target dan tingkat realisasi pendapatan dari tahun ke tahun cenderung menurun. Disamping itu, belum sesuai dengan harapan unit kerja pemungut terumatama menyangkut upah pungut, DPRD mengenai target realisasi pendapatan setiap bulan dan masyarakat mengenai hak dan kewajiban. Selain itu belum efisien karena terdapat pembiayaan ganda dan tidak dibuat jadwal secara jelas dan rinci. Dari aspek fleksibilitas belum cukup fleksibel karena masih terdapat aturan main tentang pajak dan retribusi daerah yang mengacu pada Undang-undang yang telah dirubah. Dalam mengelola belanja daerah belum efektif karena masih terdapat rekening belanja dalam APBD yang tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, banyak usulan belanja unit organisasi dan masyarakat yang tidak masuk dalam RAPBD, terdapat duplikasi anggaran biaya penyusunan belanja daerah, terlambat menerapkan Kepmendagri No 29 tahun 2002 dan masih ditemukan pegawai yang kurang memiliki peran tetapi di bagian yang lain ada unit yang telalu dominan. Dalam memverifikasi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD belum optimal karena dalam pemeriksaan Bawasda pada unit-unit organisasi masih ditemukan kesalahan-kesalahan dalam peng-SPJ-an, kurang konsisten dalam memegang peraturan perundang-undangan yang berlaku, masih ada kebijakan-kebijakan yang menyalahi aturan hukum dan tidak semua karyawan DPPKA merasa puas dengan dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dihasilkan.
Efektivitas DPPKA dalam mengelola pendapatan daerah belum optimal, ditandai dengan tidak tercapainya target pada beberapa pos pendapatan dan tingkat realisasi yang cenderung menurun, serta ketidaksesuaian dengan harapan unit pemungut dan DPRD.Pengelolaan belanja daerah juga belum efektif karena masih ditemukan rekening belanja yang tidak sesuai peraturan, banyak usulan belanja yang tidak masuk RAPBD, dan adanya duplikasi anggaran.Verifikasi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD belum optimal, terlihat dari masih banyaknya kesalahan dalam penyusunan pertanggungjawaban dan kurangnya konsistensi dalam menerapkan peraturan perundang-undangan.
Penelitian lanjutan dapat menyoroti bagaimana pengaruh sistem bagi hasil upah pungut yang tidak transparan terhadap menurunnya kinerja unit pemungutan pajak daerah, serta mencari model insentif yang lebih adil dan proporsional. Selain itu, sangat penting untuk mengembangkan sebuah studi komparatif tentang model struktur organisasi pengelolaan keuangan daerah, guna menemukan format yang paling efektif dalam mencegah dominasi satu unit atas unit lain dan menghindari duplikasi anggaran pasca-penggabungan dinas. Terakhir, sebuah penelitian juga perlu dilakukan untuk menggali akar persoalan mengapa banyak kebijakan daerah yang justru bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, serta bagaimana menciptakan mekanisme verifikasi keuangan yang benar-benar konsisten dan tidak menyalahi aturan hukum agar dapat meningkatkan kepatuhan dan akuntabilitas pemerintah daerah.
| File size | 703.66 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
STISIPWIDYAPURI SMISTISIPWIDYAPURI SMI 886), sementara tata kelola yang baik juga berkontribusi signifikan. Kedua variabel menjelaskan hampir seluruh variasi kualitas perencanaan (R² = 0. Integrasi886), sementara tata kelola yang baik juga berkontribusi signifikan. Kedua variabel menjelaskan hampir seluruh variasi kualitas perencanaan (R² = 0. Integrasi
STITRADENWIJAYASTITRADENWIJAYA Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun silam. Pesantren dituntut untuk memahamiPesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun silam. Pesantren dituntut untuk memahami
UIGMUIGM Pemberdayaan masyarakat sebagai strategi untuk meningkatkan ekonomi kreatif di desa merupakan langkah tepat dalam upaya pengembangan ekonomi dan peningkatanPemberdayaan masyarakat sebagai strategi untuk meningkatkan ekonomi kreatif di desa merupakan langkah tepat dalam upaya pengembangan ekonomi dan peningkatan
STMIKBINSASTMIKBINSA Si Ujikom dikembangkan menggunakan model SDLC waterfall dan framework CodeIgniter 4. Sistem ini mencakup fitur pendaftaran peserta, pengelolaan skema uji,Si Ujikom dikembangkan menggunakan model SDLC waterfall dan framework CodeIgniter 4. Sistem ini mencakup fitur pendaftaran peserta, pengelolaan skema uji,
PAPANDAPAPANDA Mata kuliah Multimedia menjadi pilihan terbanyak, sementara Cloud Computing tidak dipilih sama sekali, mengindikasikan masalah persepsi atau sosialisasi.Mata kuliah Multimedia menjadi pilihan terbanyak, sementara Cloud Computing tidak dipilih sama sekali, mengindikasikan masalah persepsi atau sosialisasi.
UNJUNJ Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan terumbu karang pada lokasi wisata bahari (snorkeling) di Pulau Pari. Penelitian dilakukan denganPenelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan terumbu karang pada lokasi wisata bahari (snorkeling) di Pulau Pari. Penelitian dilakukan dengan
UMJAMBIUMJAMBI yang meliputi penentuan koefisien korelasi berganda dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyempurnaan sistem administrasiyang meliputi penentuan koefisien korelasi berganda dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyempurnaan sistem administrasi
DIM UNPASDIM UNPAS Oleh karena itu, pengembangan sistem informasi budaya, pendistribusian regulasi khusus budaya, dan peningkatan sinergi antar lembaga disarankan untuk memperkuatOleh karena itu, pengembangan sistem informasi budaya, pendistribusian regulasi khusus budaya, dan peningkatan sinergi antar lembaga disarankan untuk memperkuat
Useful /
STIEALWASHLIYAHSIBOLGASTIEALWASHLIYAHSIBOLGA Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen pada UD. Murah Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah dengan penyebaran kuesioner berjumlah 72 responden. Jenis dataSampel dalam penelitian ini adalah konsumen pada UD. Murah Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah dengan penyebaran kuesioner berjumlah 72 responden. Jenis data
PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis penerapan metodePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis penerapan metode
UIGMUIGM Workshop ini membuktikan bahwa pendekatan seni partisipatif efektif dalam mengintegrasikan nilai budaya ke dalam kehidupan sehari-hari. Selain menghasilkanWorkshop ini membuktikan bahwa pendekatan seni partisipatif efektif dalam mengintegrasikan nilai budaya ke dalam kehidupan sehari-hari. Selain menghasilkan
UIGMUIGM Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media edukatif interaktif mampu meningkatkanKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media edukatif interaktif mampu meningkatkan