WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER

Health Research Journal of IndonesiaHealth Research Journal of Indonesia

Pendahuluan: Kunjungan antenatal care selama kehamilan dilakukan sekurang-kurangnya 6 kali, hal ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas pada ibu dan bayi baru lahir. Pemeriksaan antenatal care yang belum optimal mengakibatkan risiko dan komplikasi kehamilan tidak terdeteksi secara dini. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cakupan K4 ibu hamil di UPT Puskesmas Pasar Sabtu. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan observasional cross-sectional. Sampel berupa data sekunder yaitu data sebagian ibu hamil trimester III di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Sabtu sebanyak 69 sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik systematic random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan (ρ = 0,000 < nilai α = 0,05) dan paritas (ρ = 0,042 < nilai α = 0,05) dengan cakupan K4, serta tidak ada hubungan antara status pekerjaan (ρ = 0,923 > nilai α = 0,05) dan usia ibu (ρ = 0,732 > nilai α = 0,05) dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2020. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan paritas dengan cakupan K4, namun tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan dan usia ibu dengan cakupan K4.

Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan paritas dengan cakupan K4, namun tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan dan usia ibu dengan cakupan K4.Faktor pendidikan dan paritas memengaruhi kelengkapan kunjungan K4 ibu hamil.UPT Puskesmas Pasar Sabtu diharapkan dapat menentukan kebijakan kesehatan ibu dan anak yang lebih tepat sasaran terutama dalam meningkatkan cakupan K4.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh dukungan suami terhadap kelengkapan kunjungan K4 pada ibu hamil yang tidak bekerja, mengingat dalam penelitian ini sebagian besar ibu tidak bekerja namun cakupan K4-nya belum optimal, sehingga dapat dilihat apakah keterlibatan suami dalam pendampingan pemeriksaan kehamilan menjadi faktor penentu utama. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai bagaimana tingkat pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dengan pendidikan rendah tentang pentingnya K4, serta media edukasi apa yang paling efektif untuk meningkatkan kepatuhan mereka dalam kunjungan antenatal. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang pola pikir ibu dengan paritas tinggi (>2 anak) yang cenderung menganggap remeh kunjungan K4 karena pengalaman sebelumnya, untuk merancang intervensi konseling yang lebih persuasif dan relevan dengan kondisi kehamilan saat ini. Penelitian-penelitian ini dapat membantu menyusun program promosi kesehatan yang lebih personal dan efektif di tingkat puskesmas.

  1. The Analysis of Factor that Associated the Antenatal Care (ANC) Visit in Pregnant Woman during the COVID-19... e-journal.unair.ac.id/MGK/article/view/28565The Analysis of Factor that Associated the Antenatal Care ANC Visit in Pregnant Woman during the COVID 19 e journal unair ac MGK article view 28565
  1. #antenatal care#antenatal care
  2. #guided imagery#guided imagery
Read online
File size357.57 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2Lw
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test