LINKPUBLINKPUB

Journal of Mental HealthJournal of Mental Health

Banyak masalah muncul dalam kehidupan sehari-hari, dan pada kenyataannya, ada beberapa remaja yang tidak terlalu berhasil dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stabilitas emosi pada pelajar SMA-SMK Negeri Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan purposive sampling terhadap 73 siswa SMAN 2 dan SMK 6 Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 35 siswa (48%) memiliki kecenderungan kepribadian infantile secara emosional, 30 siswa (41%) pyshantenia, 37 siswa (51%) schizoid, 19 siswa (26%) paranoid, 38 siswa (52%) depresif, 31 siswa (42%) impulsif, 31 siswa (42%) emosi yang tidak stabil, dan 5 siswa (7%) antisosial. Diperlukan kerja sama antara siswa, guru, tenaga kesehatan, serta stakeholder terkait untuk menciptakan langkah deteksi dini, pencegahan, serta penatalaksanaan untuk mewujudkan remaja yang lebih sehat jiwa.

Adanya kecenderungan kepribadian depresif, schizoid pada infantile pada pelajar.Diperlukan kerja sama antara siswa, guru, tenaga kesehatan, serta stakeholder terkait untuk menciptakan langkah deteksi dini, pencegahan, serta penatalaksanaan untuk mewujudkan remaja yang lebih sehat jiwa.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk menguji hubungan antara stabilitas emosi dengan faktor-faktor lain seperti dukungan sosial, lingkungan keluarga, atau prestasi akademik. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas emosi remaja. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan perspektif remaja terkait dengan stabilitas emosi mereka, serta strategi koping yang mereka gunakan dalam menghadapi masalah emosional. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan program intervensi yang lebih efektif. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan stabilitas emosi remaja dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan pelindung yang memengaruhi lintasan perkembangan emosi mereka. Dengan demikian, dapat dirumuskan strategi pencegahan dan intervensi dini yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesehatan mental remaja.

  1. Vol 12, No 1 (2023). vol psikostudia jurnal psikologi doi http dx v12i1 table contents articles fast... doi.org/10.30872/psikostudia.v12i1Vol 12 No 1 2023 vol psikostudia jurnal psikologi doi http dx v12i1 table contents articles fast doi 10 30872 psikostudia v12i1
  2. Gangguan Kepribadian Cluster A | Jurnal Global Futuristik. gangguan kepribadian cluster jurnal global... doi.org/10.59996/globalistik.v1i2.221Gangguan Kepribadian Cluster A Jurnal Global Futuristik gangguan kepribadian cluster jurnal global doi 10 59996 globalistik v1i2 221
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/13768-014APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 13768 014
  1. #prestasi akademik#prestasi akademik
  2. #siswa sma#siswa sma
Read online
File size197.72 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2LE
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test