UNHASAUNHASA

JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)

Sediaan packed red cells dapat diperoleh melalui beberapa metode pemrosesan diantaranya metode top and top, top and bottom serta leukodepleted. Diantara ketiga metode tersebut metode top and top adalah metode yang paling banyak digunakan di berbagai unit pelayanan darah. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kualitas packed red cells metode top and top dengan parameter uji kadar hemoglobin, residual leukosit, hematokrit dan pH darah. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin diperoleh sebesar 49,02±5,51 gram/unit, telah melebihi standar minimal hemoglobin yaitu 45 gram/unit. Kadar hemoglobin, kadar hematokrit juga berada pada kisaran ideal 65-75% dengan rerata kadar hematokrit sebesar 70,45±5,36%. Nilai pH darah kantong terukur berada pada rentangan 7,348±0,064, nilai ini sesuai dengan kriteria packed red cells yang baik yaitu memiliki kadar pH > 6,71. Parameter yang belum sesuai dengan standar adalah kadar residual leukosit. Packed red cells yang baik seharusnya memiliki residual leukosit <1,2x10^9 sel/unit sedangkan pada penelitian ini diperoleh rerata residual leukosit sebesar (3,66±0,41)x10^9 sel/unit yang menunjukkan jumlah leukosit tertinggal masih berada pada jumlah yang cukup banyak. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan bahwa packed red cells hasil pemrosesan top and top memiliki kualitas baik dari segi kadar hemoglobin, hematokrit dan pH darah namun kurang baik ditinjau dari level residual leukositnya.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan secara umum, packed red cells hasil pemrosesan metode top and top memiliki kualitas kadar hemoglobin, hematokrit, dan pH yang baik dengan rerata sesuai standar nasional maupun internasional.Namun, kualitas packed red cells dari segi kadar residual leukositnya masih kurang baik karena kadarnya masih terlalu tinggi.Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam proses pemisahan leukosit pada metode top and top untuk meningkatkan kualitas produk transfusi darah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk memastikan temuan ini dapat digeneralisasi terhadap seluruh produksi packed red cells di unit transfusi darah, mengingat keterbatasan jumlah sampel pada penelitian ini berpotensi menimbulkan bias. Kedua, penting untuk mengkaji secara mendalam proses teknis pemisahan pada metode top and top, khususnya terkait faktor-faktor yang memengaruhi ketepatan pemisahan lapisan buffy coat, seperti kecepatan sentrifugasi, durasi, dan keterampilan teknisi, agar dapat diidentifikasi intervensi prosedural yang dapat menurunkan residual leukosit. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi komparatif mutu produk antara metode top and top dan metode top and bottom pada kondisi operasional yang sama, termasuk analisis biaya-manfaat, untuk mengevaluasi kemungkinan peralihan metode atau modifikasi proses yang bisa menghasilkan produk dengan residual leukosit lebih rendah tanpa meningkatkan biaya secara signifikan.

  1. 0. scitepress publication details scitepress.org/Link.aspx?doi=10.5220/00095929026102650 scitepress publication details scitepress Link aspx doi 10 5220 0009592902610265
  1. #pola konsumsi#pola konsumsi
  2. #indeks massa tubuh#indeks massa tubuh
Read online
File size323.86 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2ST
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test