JMHSAJMHSA

Journal of Midwifery and Health Science of Sultan AgungJournal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung

Perilaku seksual beresiko merupakan aktivitas seksual yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi menular seksual dan kehamilan tidak direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan perilaku seksual beresiko pada remaja pranikah berdasarkan pengetahuan, sikap, dan tindakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study pada 78 responden di SMA Negeri 10 Semarang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki pengetahuan tinggi (52,6%), sikap positif (51,3%), namun mayoritas tindakan mereka termasuk dalam kategori beresiko (53,8%).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas remaja di SMA Negeri 10 Semarang memiliki pengetahuan yang tinggi dan sikap positif terkait perilaku seksual beresiko.Namun demikian, mayoritas remaja menunjukkan tindakan yang tergolong beresiko.Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku aktual, yang memerlukan intervensi lebih lanjut untuk meningkatkan perilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi yang lebih komprehensif dan interaktif, dengan fokus pada peningkatan kesadaran akan risiko perilaku seksual beresiko serta pembentukan keterampilan untuk menolak tekanan teman sebaya. Selain itu, penting untuk melibatkan keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan perilaku seksual beresiko pada remaja, melalui penyediaan informasi yang akurat dan dukungan emosional yang positif. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual beresiko pada remaja, seperti norma sosial, nilai-nilai budaya, dan pengalaman pribadi, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih efektif dan sesuai dengan konteks lokal. Penelitian lanjutan juga dapat menguji efektivitas berbagai model intervensi, seperti peer education atau konseling individual, dalam mengubah perilaku seksual remaja.

  1. "Pendidikan Kesehatan Reproduksi Formal dan Hubungan Seksual Pranikah R" by Anggriyani Wahyu... doi.org/10.21109/kesmas.v10i1.817Pendidikan Kesehatan Reproduksi Formal dan Hubungan Seksual Pranikah R by Anggriyani Wahyu doi 10 21109 kesmas v10i1 817
  2. Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Sikap Perilaku Seksual Pranikah di SMKN... doi.org/10.52643/jbik.v13i2.3110Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Sikap Perilaku Seksual Pranikah di SMKN doi 10 52643 jbik v13i2 3110
  3. FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA | Sari | Human Care Journal. faktor berhubungan... doi.org/10.32883/hcj.v5i3.857FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA Sari Human Care Journal faktor berhubungan doi 10 32883 hcj v5i3 857
  4. Analisis Hubungan Pergaulan dengan Teman dan Paparan Media Pornografi terhadap Perilaku Seksual Pranikah... doi.org/10.20473/jbk.v6i1.2017.1-8Analisis Hubungan Pergaulan dengan Teman dan Paparan Media Pornografi terhadap Perilaku Seksual Pranikah doi 10 20473 jbk v6i1 2017 1 8
  1. #seksual remaja#seksual remaja
  2. #infeksi menular seksual#infeksi menular seksual
Read online
File size289.06 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-24w
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test