STKIP BIMASTKIP BIMA

ESES

Pendidikan adalah suatu proses menambah pengetahuan, wawasan dan proses pembentukan karakter serta pola pikir yang lebih luas. Pendidikan formal dapat mengubah diri seseorang menjadi lebih disiplin, tau aturan dan batasan dalam melakukan berbagai macam hal. Dengan adanya pendidikan formal kita dapat meningkatkan kesadaran dan keyakinan terhadap suatu hal yang terkadang dapat menjerumuskan seseorang terhadap sesuatu yang salah. Pendidikan juga dapat membantu seseorang untuk menjadi kritis dalam pemikirannya. Pendidikan dapat membantu seseorang mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Didalam dunia pendidikan ada banyak sekali makna yang tersirat dan tujuan, harapan beserta cita-cita yang harus dicapai. Salah satu profesi yang sangat berperan dalam dunia pendidikan adalah guru. Guru adalah salah satu tonggak dalam keberhasilan dan majunya dunia pendidikan. Pendidikan sangat penting terutama bagi anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya dan bagi anak-anak korban perceraian orang tua.

Keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan anak, terutama dalam membentuk pola pikir dan moral.Anak-anak dari keluarga broken home cenderung mengalami dampak negatif seperti rasa rendah diri, kurang percaya diri, dan kecenderungan menyimpang secara sosial.Pendidikan formal dan dukungan sosial dari lingkungan menjadi faktor krusial dalam membimbing anak broken home agar dapat berkembang secara positif dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana pengaruh pendidikan agama di sekolah terhadap pembentukan moral anak broken home, apakah intensitas dan kualitas pembelajaran agama dapat menjadi faktor protektif terhadap perilaku menyimpang. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas program pendampingan psikososial di sekolah bagi anak broken home, termasuk bagaimana guru dan konselor dapat berperan sebagai figur pengganti dalam memberikan dukungan emosional. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang peran teman sebaya sebagai sumber dukungan alternatif, khususnya dalam konteks lingkungan sekolah yang inklusif, untuk melihat apakah kualitas persahabatan dapat memperkuat ketahanan mental anak dari keluarga retak. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat diintegrasikan dalam pengembangan model intervensi sekolah yang holistik, yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pemulihan emosional dan sosial anak broken home, sehingga pendidikan benar-benar menjadi jembatan bagi mereka menuju kehidupan yang lebih berdaya dan bermakna.

  1. #peran guru#peran guru
  2. #membimbing anak#membimbing anak
Read online
File size168.78 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2xV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test