JMHSAJMHSA
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan AgungJournal of Midwifery and Health Science of Sultan AgungPendidikan Interprofesional (Interprofessional Education/IPE) adalah kolaborasi antar profesi kesehatan yang dimulai sejak mereka berada dalam masa pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah Pendidikan Interprofesional terhadap Keterampilan Kolaborasi Antarprofesi telah tercapai. Jenis penelitian eksperimental ini menggunakan desain pre-test dan post-test dengan kuesioner ICCAS (The Interprofessional Collaborative Competency Attainment Scale) tahun 2018 yang telah tervalidasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan (nilai Sig. 2-tailed 0.00) pada domain Komunikasi, Kolaborasi Tim, Tanggung Jawab, pendekatan kolaboratif berpusat pada pasien/keluarga, Manajemen/Resolusi Konflik, dan Fungsi Tim. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter fungsi tim, kolaborasi dengan pasien, kolaborasi tim, komunikasi, peran dan tanggung jawab antara sebelum dan sesudah intervensi Kolaborasi Interprofesional dan Pendidikan Interprofesional (IPE) terhadap Keterampilan Kolaborasi Antarprofesi yang efektif diterapkan dalam metode pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada berbagai parameter keterampilan kolaborasi antarprofesi, meliputi fungsi tim, kolaborasi dengan pasien, kolaborasi tim, komunikasi, manajemen konflik, serta peran dan tanggung jawab, antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi Kolaborasi Interprofesional.Hal ini mengindikasikan bahwa Pendidikan Interprofesional (IPE) terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi antarprofesi ketika diterapkan dalam metode pembelajaran.
Penelitian ini telah menunjukkan bahwa Pendidikan Interprofesional (IPE) sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi di antara mahasiswa kesehatan. Untuk pengembangan lebih lanjut, ada beberapa arah penelitian menarik yang bisa dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk memahami lebih dalam bagaimana berbagai faktor kontekstual, seperti budaya institusi pendidikan atau latar belakang dan tingkat pengalaman mahasiswa dari beragam program studi, memengaruhi seberapa sukses sebuah program IPE. Ini bisa membantu merancang IPE yang lebih sesuai dengan kondisi spesifik dan tantangan yang ada, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal dan merata di berbagai lingkungan belajar. Kedua, meskipun studi ini membuktikan peningkatan keterampilan langsung setelah intervensi, pertanyaan besar berikutnya adalah apakah dampak positif ini dapat bertahan lama. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk melacak para alumni IPE dan mengevaluasi apakah keterampilan kolaborasi yang mereka peroleh selama pendidikan masih diterapkan secara efektif dalam praktik profesional mereka di dunia kerja, serta apakah kolaborasi yang lebih baik ini pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan hasil yang lebih baik bagi pasien. Ketiga, mengingat ada banyak cara untuk melaksanakan IPE, penting untuk secara sistematis membandingkan efektivitas berbagai pendekatan atau metode pembelajaran IPE yang berbeda. Misalnya, studi dapat membandingkan dampak simulasi berbasis kasus dengan pembelajaran berbasis masalah atau pengalaman praktik klinis bersama, untuk mengidentifikasi model mana yang paling optimal dalam mengembangkan aspek-aspek spesifik dari keterampilan kolaborasi, seperti komunikasi efektif atau manajemen konflik tim, guna memastikan pendidikan ini terus relevan dan berdampak nyata bagi masa depan pelayanan kesehatan.
| File size | 321.83 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA One of the risk factors that can cause an increase in the incidence of morbidity and mortality in hypertension sufferers is patient non-compliance in takingOne of the risk factors that can cause an increase in the incidence of morbidity and mortality in hypertension sufferers is patient non-compliance in taking
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0. 000. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p valueHasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0. 000. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan perawat terhadap enam sasaran keselamatan pasien stroke. Dengan metode kuantitatif deskriptif danPenelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan perawat terhadap enam sasaran keselamatan pasien stroke. Dengan metode kuantitatif deskriptif dan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Sampel penelitian 31 responden. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Acidental Sampling. uji paried t test untuk mengetahui dan menganalisis tingkatSampel penelitian 31 responden. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Acidental Sampling. uji paried t test untuk mengetahui dan menganalisis tingkat
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Populasi adalah jumlah kunjungan pasien yang berobat di balai pengobatan UPTD Puskesmas Jayapura periode Januari-April 2023. Pengambilan sampel dilaksanakanPopulasi adalah jumlah kunjungan pasien yang berobat di balai pengobatan UPTD Puskesmas Jayapura periode Januari-April 2023. Pengambilan sampel dilaksanakan
AHMAREDUCAHMAREDUC Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pemberianKesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pemberian
AHMAREDUCAHMAREDUC Hasil pemeriksaan tekanan darah diperoleh rata-rata sistol dan diastole adalah 127,86 mmHg dan 78,10 mmHg. Hanya 4,8% peserta yang mengalami tekanan darahHasil pemeriksaan tekanan darah diperoleh rata-rata sistol dan diastole adalah 127,86 mmHg dan 78,10 mmHg. Hanya 4,8% peserta yang mengalami tekanan darah
UDBUDB Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan mengisi kuesioner pada 30 responden. Hasil: Faktor-faktor yang berhubunganMetode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan mengisi kuesioner pada 30 responden. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan
Useful /
JMHSAJMHSA Terdapat hubungan positif signifikan antara volume pencarian kedua layanan, dan wilayah urban mendominasi tingkat pencarian. Temuan ini menegaskan bahwaTerdapat hubungan positif signifikan antara volume pencarian kedua layanan, dan wilayah urban mendominasi tingkat pencarian. Temuan ini menegaskan bahwa
JMHSAJMHSA Kesimpulannya, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan pelatihan guru, menyesuaikan kurikulum dengan norma budaya, melaksanakan kampanye kesadaran,Kesimpulannya, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan pelatihan guru, menyesuaikan kurikulum dengan norma budaya, melaksanakan kampanye kesadaran,
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Adapun pola tabir adalah pola vertikal, memanjang dan bermakna transcendental. Sedangkan pola tabur belum je;as filosofinya, dengan visualisasi motif bertumpukAdapun pola tabir adalah pola vertikal, memanjang dan bermakna transcendental. Sedangkan pola tabur belum je;as filosofinya, dengan visualisasi motif bertumpuk
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Selain wawancara digunakan observasi pada saat penampilan untuk memeriahkan hajatan masyarakat desa. Kelengkapan data dan untuk meyakinkan peneliti digunakanSelain wawancara digunakan observasi pada saat penampilan untuk memeriahkan hajatan masyarakat desa. Kelengkapan data dan untuk meyakinkan peneliti digunakan