STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG

Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science KesehatanBabul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan

Latar Belakang: Mikania micrantha atau dikenal dengan sebutan sembung rambat merupakan salah satu spesies dari famili Asteraceae, dimana tumbuhan ini telah digunakan sebagai obat tradisional. Maka dalam hal ini menjadi dasar potensi daun sembung rambat untuk dapat dimanfaatkan menjadi formulasi sediaan krim. Bentuk sediaan krim dipilih karena mempunyai keuntungan yaitu, nyaman dipakai, mudah meresap pada kulit, tidak lengket, dan mudah dicuci dengan air. Sediaan krim tersebut dimanfaatkan sebagai penyakit kulit. Tujuan: Penelitian ini telah diketahuinya sembung rambat dapat diformulasikan dalam sediaan krim dan mengetahui pada dosis berapakah sediaan krim yang terbaik dalam uji stabilitas fisik sediaan krim. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dan tahap uji stabilitas fisik krim menggunakan metode Freeze-thaw cycling test. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan lebih dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2022, bertempat di Laboratorium Teknologi Formulasi Program Studi S-1 Farmasi STIKES Aisyiyah Palembang. Hasil: Penelitian menunjukkan sediaan krim dari ekstrak etanol daun sembung rambat bahwa ketiga krim dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% menghasilkan sediaan krim yang baik serta memenuhi persyaratan uji sifat fisik krim dan uji stabilitas krim. Saran : Untuk peneliti selanjutnya agar dapat dilakukan evaluasi lain dalam pengujian sediaan krim dari ekstrak etanol daun sembung ramba , misalnya pengujian terhadap hewan uji mencit atau tikus.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Ekstrak etanol daun sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) dapat diformulasikan menjadi sediaan krim minyak dalam air dan dari ketiga sediaan krim ekstrak etanol daun sembung rambat dapat di lihat dari uji sifat fisik krim dan uji stabilitas Freeze-thaw cycling test disimpulkan bahwa sediaan krim dengan konsentrasi 10% memiliki stabilitas fisik yang lebih baik dibanding konsentrasi 15% dan 20%.

Berdasarkan penelitian ini, terbuka beberapa arah penelitian baru yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, karena semua formula krim menunjukkan stabilitas fisik yang baik, langkah logis selanjutnya adalah menguji seberapa efektif krim ini secara biologis. Penelitian dapat fokus pada pertanyaan: Seberapa jauh krim dengan konsentrasi 10% yang paling stabil dapat mempercepat penyembuhan luka pada hewan uji seperti tikus dibandingkan dengan krim tanpa ekstrak?. Kedua, penelitian ini belum mengevaluasi sifat antimikroba dari krim tersebut, padahal daun sembung rambat dikenal memiliki khasiat tersebut. Ide penelitian berikutnya bisa membandingkan kemampuan krim dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi kulit, seperti *Staphylococcus aureus*. Ketiga, untuk mengoptimalkan manfaat tumbuhan, peneliti bisa menyelidiki penggunaan jenis ekstrak yang berbeda. Sebagai contoh, bagaimana jika kita bandingkan kualitas krim yang dibuat dari ekstrak etanol dengan krim dari ekstrak air dalam hal sifat fisik, stabilitas, dan kemampuannya mengurangi peradangan? Ketiga arah penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan membuktikan efektivitas klinis, manfaat antimikroba, serta potensi formulasi yang lebih baik lagi.

  1. #ekstrak etanol#ekstrak etanol
  2. #ekstrak etanol gracilaria#ekstrak etanol gracilaria
Read online
File size315.08 KB
Pages20
Short Linkhttps://juris.id/p-2gk
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test