POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3
JKEPJKEPPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam pemberian asuhan keperawatan. Penelitian ini menyelidiki pengalaman perawat dalam menggunakan Rekam Medis Elektronik (EMR) untuk dokumentasi asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam menggunakan EMR dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan. Studi kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologis yang melibatkan 10 perawat, termasuk kepala ruangan, pemimpin tim, dan perawat pelaksana. Peserta dipilih menggunakan teknik sampling purposive dengan kriteria sebagai berikut: perawat yang melakukan dokumentasi asuhan keperawatan menggunakan Rekam Medis Elektronik (EMR), perawat yang bekerja di unit rawat inap, rawat jalan, gawat darurat (IGD), dan unit perawatan intensif, perawat dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun, dan perawat yang bersedia berpartisipasi. Penelitian ini dilakukan di sebuah rumah sakit swasta di Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan analisis tematik, dengan menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Analisis mengungkapkan tiga tema: manfaat Rekam Medis Elektronik (EMR) dalam layanan keperawatan, faktor pendukung implementasi EMR, dan faktor penghambat implementasi EMR. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perawat merasakan efektivitas dan efisiensi EMR dalam mendokumentasikan. Namun, selama implementasinya, masih ada hambatan yang memerlukan perhatian dari manajemen rumah sakit. Dengan demikian, pemberian layanan kesehatan menjadi optimal dan efisien bagi pasien dan tenaga kesehatan.
Pengalaman perawat dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan menggunakan Rekam Medis Elektronik (EMR) di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru mengungkapkan tiga tema utama.manfaat EMR dalam layanan keperawatan, faktor pendukung implementasi EMR, dan faktor penghambat implementasi EMR.EMR terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi dokumentasi, serta memfasilitasi interaksi langsung dengan pasien.Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti jaringan yang tidak stabil, perbedaan kemampuan perawat, dan manajemen waktu yang terbatas.Untuk memastikan keberhasilan implementasi EMR, manajemen rumah sakit perlu memberikan dukungan infrastruktur yang memadai, pelatihan berkelanjutan, dan bantuan tim IT yang responsif.Dengan demikian, layanan keperawatan dapat dioptimalkan dan kualitas asuhan pasien dapat ditingkatkan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi yang komprehensif untuk mengatasi hambatan teknis dan manusia dalam implementasi EMR. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dampak jangka panjang EMR terhadap hasil pasien, kontinuitas perawatan, dan kualitas layanan rumah sakit secara keseluruhan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang mendalam, seperti wawancara mendalam dengan perawat dan pasien, serta analisis data terstruktur untuk mengidentifikasi tema dan pola yang muncul. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang tantangan dan peluang dalam implementasi EMR, serta membantu mengembangkan solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan pengalaman pasien.
| File size | 618.78 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
NHS JOURNALNHS JOURNAL Penelitian ini mengevaluasi parameter demografi dan klinis yang mudah diakses sebagai prediktor independen anemia berat pada kohort HD di Indonesia. DesainPenelitian ini mengevaluasi parameter demografi dan klinis yang mudah diakses sebagai prediktor independen anemia berat pada kohort HD di Indonesia. Desain
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Temuan ini dapat menjadi dasar strategis bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan dan mempertahankan kepercayaan publik. Kualitas layananTemuan ini dapat menjadi dasar strategis bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan dan mempertahankan kepercayaan publik. Kualitas layanan
UVERSUVERS Mulai dari pendidikan, pemerintahan, kesehatan, hingga perdagangan, teknologi telah diterapkan untuk mendukung proses bisnis masing‑masing. Salah satuMulai dari pendidikan, pemerintahan, kesehatan, hingga perdagangan, teknologi telah diterapkan untuk mendukung proses bisnis masing‑masing. Salah satu
UNBARIUNBARI 28/2024, khususnya terkait eksistensi dan kewenangan BPRS, yang menciptakan kekosongan yuridis. Legislasi belum mencapai harmonisasi penuh, sehingga menimbulkan28/2024, khususnya terkait eksistensi dan kewenangan BPRS, yang menciptakan kekosongan yuridis. Legislasi belum mencapai harmonisasi penuh, sehingga menimbulkan
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik perilaku caring perawat, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkanKesimpulan penelitian ini adalah semakin baik perilaku caring perawat, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Oleh karena itu, penyedia jasa pelayanan kesehatan harus mampu menanggapi setiap keluhan pasien dan mempunyai banyak strategi dalam manajemen pelayananOleh karena itu, penyedia jasa pelayanan kesehatan harus mampu menanggapi setiap keluhan pasien dan mempunyai banyak strategi dalam manajemen pelayanan
UMSBUMSB MA. Hanfiah SM Batusangkar. Metodologi: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel random sempling. PopulasiMA. Hanfiah SM Batusangkar. Metodologi: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel random sempling. Populasi
PROVISIPROVISI Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kenyamanan penggunaan sistem daring yaitu mahasiswa di Universitas PGRI Madiun terutama untuk mendukungPenelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kenyamanan penggunaan sistem daring yaitu mahasiswa di Universitas PGRI Madiun terutama untuk mendukung
Useful /
ALMAARIFALMAARIF Pembelajaran bermakna yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada anak, kegiatan pembelajaran yang menarik, media yang bervariasi, dan kemampuanPembelajaran bermakna yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada anak, kegiatan pembelajaran yang menarik, media yang bervariasi, dan kemampuan
ALMAARIFALMAARIF Hasil belajar kognitif ini dikatakan berhasil tuntas jika nilai tiap siswa telah mencapai 70 %. Dan keterlaksanaan pembelajaran model kooperatif learningHasil belajar kognitif ini dikatakan berhasil tuntas jika nilai tiap siswa telah mencapai 70 %. Dan keterlaksanaan pembelajaran model kooperatif learning
ALMAARIFALMAARIF Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan guru atau pendidik,Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan guru atau pendidik,
STIQISYKARIMASTIQISYKARIMA Al-Hajj [22]: 52-54, QS. Al-Ahzab [33]: 28, QS. Al-Ahzab [33]: 36-40, QS. At-Tahrim [66]: 1-5, dan QS. Abasa [80]: 1-16. Kedua, penafsiran tentang ItâbAl-Hajj [22]: 52-54, QS. Al-Ahzab [33]: 28, QS. Al-Ahzab [33]: 36-40, QS. At-Tahrim [66]: 1-5, dan QS. Abasa [80]: 1-16. Kedua, penafsiran tentang Itâb