IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI

Proceeding of ICoPISProceeding of ICoPIS

Sikap mandiri akan selalu dibutuhkan oleh seseorang sejak usia dini hingga dewasa. Kebutuhan ini erat kaitannya dengan kebutuhan untuk mandiri dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian belajar siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 2 Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian berasal dari sumber primer yaitu 35 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket kemandirian belajar, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi sebanyak 20 siswa atau 57%, sedangkan siswa yang kemandirian belajarnya rendah sebanyak 15 siswa atau 43%. Indikator bertanggung jawab memperoleh hasil terendah sebesar 50%, sedangkan indikator Inisiatif menjadi indikator tertinggi sebesar 56%. Secara umum, rata-rata setiap indikator memperoleh hasil 52,8%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen memiliki keberagaman jenis kemandirian belajar berupa kemandirian belajar tinggi dan rendah dengan nilai rerata setiap indikator cukup memadai.

Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kemandirian belajar siswa kelas IX di SMP Muhammadiyah 2 Kebumen tergolong relatif tinggi, dengan persentase 57% dari total.Hal ini menunjukkan mayoritas siswa mampu menyelesaikan tugas secara mandiri, percaya diri dalam berpartisipasi, dan memiliki sikap bertanggung jawab.Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya memfokuskan pada jenjang sekolah menengah pertama, sehingga peneliti selanjutnya dapat memperluas subjek penelitian atau melakukan analisis kemandirian belajar secara kualitatif.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian kemandirian belajar ke jenjang pendidikan lain, seperti sekolah dasar dan sekolah menengah atas, untuk membandingkan perbedaan tingkat kemandirian antar tingkatan. Selain itu, diperlukan studi eksperimental yang menguji efektivitas program habituasi dan contoh teladan terhadap masing‑masing indikator kemandirian, khususnya tanggung jawab dan inisiatif, guna menemukan strategi pembelajaran yang paling berpengaruh. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki pengaruh faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, fasilitas sekolah, dan dukungan guru terhadap kemandirian belajar siswa melalui pendekatan metode campuran, sehingga dapat memberikan gambaran komprehensif tentang faktor‑faktor yang memperkuat atau menghambat kemandirian belajar.

  1. Jurnal Pendidikan Karakter. pendidikan karakter jurnal article home current archives processing charge... journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1316Jurnal Pendidikan Karakter pendidikan karakter jurnal article home current archives processing charge journal uny ac index php jpka article view 1316
  1. #hasil belajar siswa#hasil belajar siswa
  2. #kesetaraan gender#kesetaraan gender
Read online
File size240.18 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2QX
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test