IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama IslamAL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam

Studi komparatif ini menganalisis model pendidikan karakter dengan membandingkan implementasi Social and Emotional Learning (SEL) di Finlandia dan Kurikulum Akhlak dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia. Pendidikan modern dituntut untuk mencetak individu yang matang secara emosional dan moral, mengingat tantangan seperti degradasi moral dan peningkatan kasus perundungan. Keberhasilan Finlandia terletak pada integrasi kuat SEL, metode psikologis yang berfokus pada lima kompetensi inti (kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berrelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) untuk menciptakan iklim sekolah positif. Sebaliknya, Kurikulum Akhlak PAI di Indonesia berakar pada nilai teologis-spiritual untuk membentuk karakter yang saleh dan patuh. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif komparatif melalui analisis literatur, penelitian ini menemukan bahwa meskipun tujuan intinya serupa, yaitu membentuk karakter yang bermoral, filosofi dasarnya berbeda: SEL bersifat sekuler-humanistik untuk kesejahteraan, sedangkan Akhlak bersifat teologis-spiritual. Implementasi juga menunjukkan perbedaan, di mana Finlandia menerapkan evaluasi formatif berkelanjutan dan otonomi guru, sementara PAI Indonesia masih menghadapi tantangan sistemik dari dominasi penilaian kognitif-kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan PAI mengadopsi kerangka SEL sebagai jembatan metodologis untuk menerjemahkan nilai‑nilai Akhlak ke dalam perilaku siswa yang nyata dan mendorong pembelajaran yang aktif serta berfokus pada aspek afektif.

Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun SEL di Finlandia dan kurikulum Akhlak di Indonesia memiliki tujuan bersama dalam pembentukan karakter moral dan harmonis, keduanya berbeda secara mendasar dalam landasan filosofis dan cara pelaksanaan.SEL Finlandia berlandaskan pada psikologi sekuler‑humanistik, terintegrasi secara holistik dengan penilaian formatif berkelanjutan dan otonomi guru yang kuat, sementara kurikulum Akhlak Indonesia berakar pada nilai teologis‑spiritual namun menghadapi tantangan sistemik seperti penekanan pada penilaian kognitif‑kuantitatif dan risiko formalitas materi moral.Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan agar PAI mengadopsi kerangka kerja SEL (kesadaran diri, keterampilan berrelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) sebagai jembatan metodologis untuk menerjemahkan nilai‑nilai Akhlak menjadi perilaku nyata siswa serta mendorong pembelajaran yang aktif, interaktif, dan berfokus pada pengembangan afektif serta sosial‑emosional.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara empiris efektivitas model integrasi Social and Emotional Learning (SEL) dengan Kurikulum Akhlak di sekolah dasar Indonesia, dengan mengukur perubahan perilaku, empati, dan prestasi akademik siswa melalui desain eksperimental berkelompok. Selain itu, diperlukan kajian mendalam mengenai kompetensi guru PAI yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan pendekatan SEL, termasuk analisis kebutuhan pelatihan, persepsi guru terhadap perubahan pedagogik, dan faktor‑faktor yang memengaruhi adopsi praktik baru di lingkungan sekolah. Selanjutnya, peneliti dapat mengembangkan dan memvalidasi instrumen penilaian afektif yang mampu menangkap perkembangan sosial‑emosional siswa setelah penerapan kerangka SEL‑Akhlak, sehingga memberikan data yang dapat dipakai untuk evaluasi formatif dan kebijakan pendidikan. Penelitian tersebut juga dapat membandingkan implementasi di berbagai daerah dengan konteks budaya yang berbeda, untuk mengidentifikasi faktor kontekstual yang memperkuat atau menghambat keberhasilan integrasi SEL‑Akhlak. Hasil temuan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan pedoman nasional yang mensinergikan aspek emosional dan spiritual dalam kurikulum PAI.

  1. Account Suspended. account suspended contact hosting provider information jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/cgi-sys/suspendedpage.cgiAccount Suspended account suspended contact hosting provider information jurnal stahnmpukuturan ac cgi sys suspendedpage cgi
  2. Social and Emotional Learning in Adolescence: Testing the CASEL Model in a Normative Sample - Katherine... doi.org/10.1177/0272431617725198Social and Emotional Learning in Adolescence Testing the CASEL Model in a Normative Sample Katherine doi 10 1177 0272431617725198
  3. Studi Komparatif Model Pendidikan Karakter: Implementasi Social and Emotional Learning di Finlandia dan... ibnusinapublisher.org/index.php/AL-MUSTAQBAL/article/view/302Studi Komparatif Model Pendidikan Karakter Implementasi Social and Emotional Learning di Finlandia dan ibnusinapublisher index php AL MUSTAQBAL article view 302
  4. Model Pembelajaran PAI dengan Pendekatan Social Emotional Learning (SEL) Untuk Memperkuat Karakter dan... doi.org/10.30762/didaktika.v1i1.110Model Pembelajaran PAI dengan Pendekatan Social Emotional Learning SEL Untuk Memperkuat Karakter dan doi 10 30762 didaktika v1i1 110
  1. #peserta didik#peserta didik
  2. #guru pai#guru pai
Read online
File size341.78 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-2ke
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test