MAHARDIKAMAHARDIKA

Jurnal Kesehatan MahardikaJurnal Kesehatan Mahardika

Tuberkulosis Paru masih menjadi penyakit menular yang menjadi pembunuh teratas di dunia. Puskesmas Betung Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Propinsi Sumatera Selatan memiliki penderita Tuberkulosis (TB) Paru sebanyak 31 kasus pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kondisi lingkungan rumah terhadap kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Betung Kabupaten OKU Timur. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 April s.d 25 Juni 2022. Desain penelitian menggunakan case control. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru yakni sejumlah 31 responden sebagai kasus, dan 32 responden sebagai kontrol. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan pencahayaan (nilai p 0,004), ventilasi (nilai p 0,000) dan jenis lantai (nilai p 0,022) dengan kejadian TB Paru, namun tidak terdapat hubungan kepadatan hunian rumah dengan kejadian TB Paru (nilai p 0,068). Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pencahayaan, ventilasi, jenis lantai dengan kejadian Tuberkulosis Paru, namun tidak ada hubungan kepadatan hunian rumah dengan kejadian Tuberkulosis Paru. Berdasarkan simpulan maka peneliti menyarankan agar penderita TB Paru agar lebih memperhatikan kesehatan lingkungan rumah sehingga dalam kondisi lingkungan rumah yang sehat dan meminimalisasi penularan serta mempercepat penyembuhan penderita.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pencahayaan, ventilasi, dan jenis lantai dengan kejadian Tuberkulosis Paru.Namun, tidak ditemukan hubungan antara kepadatan hunian rumah dengan kejadian Tuberkulosis Paru.Oleh karena itu, disarankan agar penderita TB Paru lebih memperhatikan kesehatan lingkungan rumah untuk meminimalkan penularan dan mempercepat penyembuhan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan lain di dalam rumah, seperti kelembaban dan kualitas dinding, yang mungkin berkontribusi terhadap risiko penularan Tuberkulosis Paru. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan partisipan dari berbagai wilayah geografis dan sosio-ekonomi untuk melihat apakah terdapat perbedaan pola hubungan antara kondisi lingkungan rumah dan kejadian Tuberkulosis Paru. Ketiga, studi intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas program peningkatan kualitas lingkungan rumah dalam mengurangi angka kejadian Tuberkulosis Paru di masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penularan Tuberkulosis Paru, serta membantu dalam merumuskan strategi pencegahan dan pengendalian penyakit yang lebih efektif.

Read online
File size179.9 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test