UM SURABAYAUM SURABAYA

THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGISTTHE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST

Gaya hidup kini menjadi tren, banyak makanan tinggi kolesterol yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan kolesterol darah serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Salah satu cara untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi teh. Teh mengandung zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh, salah satunya adalah katekin. Katekin merupakan metabolit sekunder yang secara alami diproduksi oleh tumbuhan termasuk dalam kelas flavonoid, yang berfungsi membantu penyerapan kalsium di usus. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan sampel mahasiswa yang memiliki kebiasaan mengonsumsi teh, dilakukan dua pemeriksaan, yaitu sebelum dan setelah observasi selama 3 bulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata‑rata kadar kolesterol sebelum observasi sebesar 152,9 mg/dl, sedangkan pada pemeriksaan sementara sebesar 141,3 mg/dl. Analisis data menggunakan Paired T‑Test menghasilkan nilai signifikansi 0,00 (<0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kebiasaan mengonsumsi teh terhadap kadar kolesterol.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol serum pada mahasiswa yang menjadi subjek penelitian.Analisis statistik dengan Paired T‑Test mengonfirmasi bahwa penurunan tersebut signifikan (p < 0,05).Oleh karena itu, kebiasaan mengonsumsi teh memiliki pengaruh positif dalam mengendalikan kadar kolesterol.

Penelitian lanjutan dapat menguji apakah variasi jenis teh, seperti teh hijau, teh hitam, atau teh herbal, memberikan efek yang berbeda terhadap penurunan kadar kolesterol pada populasi yang lebih luas. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki hubungan dosis‑respons antara frekuensi dan volume konsumsi teh harian dengan besarnya penurunan kolesterol, sehingga dapat ditentukan jumlah optimal teh yang diperlukan untuk manfaat kesehatan. Selain itu, sebuah studi kohort prospektif dengan sampel yang meliputi berbagai kelompok usia, jenis kelamin, dan latar belakang kesehatan dapat memperkuat generalisasi temuan serta mengidentifikasi faktor moderasi yang memengaruhi efektivitas teh dalam menurunkan kolesterol. Penelitian juga dapat mengevaluasi mekanisme biologis yang melibatkan katekin dan komponen lain dalam teh, misalnya pengaruhnya terhadap metabolisme lipid dan ekspresi gen terkait kolesterol. Akhirnya, uji intervensi terkontrol yang membandingkan teh dengan intervensi gaya hidup lain, seperti olahraga atau diet rendah lemak, dapat memberikan wawasan tentang strategi kombinasi paling efisien untuk pengendalian kolesterol.

Read online
File size387.09 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test