UNPARUNPAR
AgriPeatAgriPeatTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil bawang dayak yang diberi empat jenis pupuk kandang yang ditanam pada tanah spodosol dan tanah gambut. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari dua faktor perlakuan dengan empat ulangan; faktor pertama adalah jenis pupuk kandang (ayam, walet, sapi, kambing) dan faktor kedua adalah jenis tanah (spodosol, gambut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman, bobot segar, jumlah umbi, dan diameter umbi tanaman bawang dayak yang diberi pupuk kandang ayam, walet, sapi, dan kambing relatif sama, hanya jumlah daun yang diberikan pupuk kandang sapi paling banyak, sementara tanaman yang ditanam pada tanah spodosol tumbuh lebih baik dengan tanaman lebih tinggi, jumlah daun dan umbi lebih banyak, serta diameter umbi dan bobot segar lebih besar dibandingkan pada tanah gambut.
Pertumbuhan tinggi tanaman, bobot segar, jumlah umbi, dan diameter umbi bawang dayak tidak berbeda signifikan antara keempat jenis pupuk kandang, namun jumlah daun paling tinggi pada pemberian pupuk kandang sapi.Tanaman yang ditanam pada tanah spodosol menghasilkan tanaman lebih tinggi, lebih banyak daun, dan lebih banyak umbi dibandingkan pada tanah gambut.Selain itu, diameter umbi dan bobot segar pada spodosol juga lebih besar daripada pada tanah gambut.
Penelitian lanjutan sebaiknya mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan masing‑masing empat jenis pupuk kandang terhadap sifat fisik‑kimia tanah serta aktivitas mikroba pada tanah spodosol dan gambut, untuk menilai keberlanjutan pemupukan organik pada kedua tipe tanah; selanjutnya, dilakukan perbandingan efektivitas kombinasi pupuk kandang (misalnya campuran kotoran sapi‑ayam) dengan pupuk anorganik standar NPK terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas umbi bawang dayak, guna menentukan strategi pemupukan optimal yang dapat meningkatkan produktivitas; terakhir, analisis ekonomi biaya‑manfaat penerapan pupuk kandang pada skala petani lokal, termasuk penilaian profitabilitas, biaya produksi, dan dampak sosial, diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan agrikultur yang berkelanjutan.
| File size | 259.47 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Kegiatan penambangan tersebut memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti erosi dan pencemaran air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampakKegiatan penambangan tersebut memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti erosi dan pencemaran air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak
SCIENCE TECH INDONESIASCIENCE TECH INDONESIA Dengan sifatnya yang dapat terdegradasi hayati, biokompatibel, dan kemampuan membentuk gel, carrageenan memiliki potensi besar sebagai alternatif berbasisDengan sifatnya yang dapat terdegradasi hayati, biokompatibel, dan kemampuan membentuk gel, carrageenan memiliki potensi besar sebagai alternatif berbasis
UNIKSUNIKS Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, persentase umbi yang terbentuk pada 35 hst, jumlah daun, jumlah umbi per kluster, berat umbiParameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, persentase umbi yang terbentuk pada 35 hst, jumlah daun, jumlah umbi per kluster, berat umbi
BIOTROPBIOTROP Ekstrak rumput laut yang difermentasi (FSE) pada frekuensi dan konsentrasi yang berbeda secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanahEkstrak rumput laut yang difermentasi (FSE) pada frekuensi dan konsentrasi yang berbeda secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi (umbi), berat basah (gram) dan berat kering (gram).Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi (umbi), berat basah (gram) dan berat kering (gram).
UNPARUNPAR Aplikasi metabolit sekunder yang berasal dari T. longibrachiatum dapat menjadi alternatif pengendalian penyakit antraknosa pada buah pepaya pascapanenAplikasi metabolit sekunder yang berasal dari T. longibrachiatum dapat menjadi alternatif pengendalian penyakit antraknosa pada buah pepaya pascapanen
UNPARUNPAR 1) Desa Tuwung memiliki potensi lahan yang cukup besar, sekitar 9. 2) Potensi pertanian di desa ini mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan,1) Desa Tuwung memiliki potensi lahan yang cukup besar, sekitar 9. 2) Potensi pertanian di desa ini mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan,
UNILAUNILA Sumber garam yang digunakan yaitu akar dan kulit pohon serta tanah dan lumpur yang berasal dari pinggir sungai, tebing, hutan primer, hutan sekunder, danSumber garam yang digunakan yaitu akar dan kulit pohon serta tanah dan lumpur yang berasal dari pinggir sungai, tebing, hutan primer, hutan sekunder, dan
Useful /
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Berdasarkan hasil studi kasus, disarankan penggunaan jenis terapi ini untuk mengurangi kecemasan pasien peri‑operatif. Terapi murattal Al‑Quran danBerdasarkan hasil studi kasus, disarankan penggunaan jenis terapi ini untuk mengurangi kecemasan pasien peri‑operatif. Terapi murattal Al‑Quran dan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self-efficacy dan perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha UMKM di Salatiga. HipotesisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self-efficacy dan perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha UMKM di Salatiga. Hipotesis
UNIMALUNIMAL 000,00 yang lebih kecil daripada nilai NPC skenario 2 yang sebesar Rp. Biaya bahan bakar dalam skenario 2 memerlukan 14. Nilai COE untuk skenario 1 adalah000,00 yang lebih kecil daripada nilai NPC skenario 2 yang sebesar Rp. Biaya bahan bakar dalam skenario 2 memerlukan 14. Nilai COE untuk skenario 1 adalah
UNILAUNILA 500 individu/hektar dan frekuensi sebesar 0,26 sedangkan jenis pohon yang memiliki frekuensi dan kerapatan tertinggi adalah pinus (Pinus merkusii) dengan500 individu/hektar dan frekuensi sebesar 0,26 sedangkan jenis pohon yang memiliki frekuensi dan kerapatan tertinggi adalah pinus (Pinus merkusii) dengan