BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala Ilmiah

Kecemasan terjadi pada banyak klien sebelum operasi. Penerapan terapi murattal Al‑Quran dan relaksasi pernapasan dalam merupakan jenis terapi non‑farmakologis. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi murattal dan relaksasi pernapasan dalam dalam menurunkan tingkat kecemasan preoperatif pada pasien fraktur femur di ruang intraoperatif Rumah Sakit Islam Purwokerto. Sampel dalam studi ini menggunakan desain pre‑test‑post‑test dengan instrumen The Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Disimpulkan bahwa terapi murattal dan relaksasi pernapasan dalam dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien preoperatif. Berdasarkan hasil studi kasus, disarankan penggunaan jenis terapi ini untuk mengurangi kecemasan pasien peri‑operatif.

Terapi murattal Al‑Quran dan relaksasi napas dalam yang diberikan pada klien pre‑operatif di ruang intraoperatif menunjukkan penurunan skor kecemasan, masing‑masing sebesar 10 poin (dari 24 menjadi 14) dan 8 poin (dari 23 menjadi 15).Hasil ini mengindikasikan adanya perubahan positif pada tingkat kecemasan pasien fraktur femur yang menjalani tindakan ORIF.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua terapi non‑farmakologis tersebut efektif menurunkan kecemasan pada pasien pre‑operatif.

Saran penelitian selanjutnya meliputi (1) melakukan uji klinis terkontrol dengan desain randomisasi besar untuk membandingkan efektivitas terapi murattal Al‑Quran, relaksasi napas dalam, dan terapi musik klasik dalam menurunkan kecemasan pre‑operatif pada pasien ortopedi, sehingga dapat mengidentifikasi pendekatan paling optimal serta mengevaluasi perbedaan dampak psikologis dan fisiologis di antara ketiganya. (2) Meneliti dampak jangka panjang terapi murattal dan relaksasi napas dalam terhadap tingkat kecemasan pasca‑operasi, proses pemulihan fungsi fisiologis, dan kepuasan pasien selama periode pemulangan rumah sakit, dengan mengukur indikator biologis seperti kadar kortisol, tekanan darah, dan variabilitas denyut jantung untuk menilai respons stres secara objektif. (3) Mengkaji penerapan terapi murattal Al‑Quran dan relaksasi napas dalam pada prosedur bedah lain, misalnya bedah kardiovaskular, ginekologi, atau prosedur endoskopi, untuk menilai generalisasi manfaat non‑farmakologis ini pada populasi yang lebih luas dan menentukan apakah efek penurunan kecemasan bersifat universal atau bergantung pada jenis operasi. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah, memperluas aplikasi klinis, dan memberikan pedoman praktik berbasis bukti yang jelas bagi tenaga kesehatan dalam mengintegrasikan intervensi non‑farmakologis ke dalam standar perawatan pra‑operatif.

Read online
File size213.55 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test