JURNALSENIORJURNALSENIOR
Herbal Medicine JournalHerbal Medicine JournalTuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penggunaan obat antituberkulosis yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi, kekambuhan, dan kegagalan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasien tuberkulosis paru dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antituberkulosis di Puskesmas Rawat Inap Simpur, Kota Bandar Lampung, pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan secara retrospektif dari 64 rekam medis pasien TB paru yang dirawat pada periode Januari–Desember 2021. Evaluasi dilakukan terhadap lima parameter ketepatan penggunaan obat, yaitu indikasi, pasien, pemilihan obat, dosis, dan waktu pemberian. Sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki (59,38%) dan berada pada usia produktif (17-44 tahun, 53,13%). Kasus baru TB paru mencapai 93,75%, hasil BTA sebesar 59,38%, dan pengobatan kategori I diberikan kepada 93,75% pasien. Evaluasi menunjukkan ketepatan indikasi (100%), ketepatan pasien (100%), ketepatan pemilihan obat (100%), ketepatan dosis (95,31%), dan ketepatan waktu pemberian (98,44%). Penggunaan obat antituberkulosis di Puskesmas Rawat Inap Simpur umumnya telah sesuai dengan pedoman tatalaksana tuberkulosis Kementerian Kesehatan tahun 2020. Evaluasi ini penting untuk menjamin penggunaan obat yang rasional, aman, dan efektif dalam pengobatan tuberkulosis paru.
Sebagian besar pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Rawat Inap Simpur, Kota Bandar Lampung, merupakan laki-laki (59,38%), dengan kelompok usia dominan berada pada rentang 17 hingga 44 tahun (53,13%).Data ini diperoleh dari karakteristik demografis pasien.Hasil evaluasi terhadap penggunaan obat anti-TB menunjukkan bahwa mayoritas pasien tergolong dalam kasus baru (93,75%), yang juga menerima pengobatan kategori I (93,75%).Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil BTA positif pada 59,38% kasus, sejalan dengan tingginya proporsi pasien kasus baru.Efektivitas penggunaan obat anti-tuberkulosis paru di fasilitas ini tergolong sangat baik.Hal ini tercermin dari hasil evaluasi yang menunjukkan ketepatan dalam indikasi (100%), pemilihan pasien (100%), pemilihan obat (100%), serta ketepatan dosis (95,31%) dan waktu pemberian obat (98,44%).
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan obat antituberkulosis dalam jangka panjang, terutama dalam hal pencegahan kekambuhan dan resistensi obat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan penggunaan obat antituberkulosis, seperti pengetahuan dan kepatuhan pasien, serta peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pengawasan. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam meningkatkan akses dan kepatuhan pengobatan antituberkulosis, seperti penggunaan teknologi digital atau pendekatan komunitas.
- Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Tuberkulosis pada Wanita (Studi Kasus di RSUD Kabupaten... doi.org/10.14710/jekk.v3i1.3128Faktor Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Tuberkulosis pada Wanita Studi Kasus di RSUD Kabupaten doi 10 14710 jekk v3i1 3128
- Indonesian Journal for Health Sciences. penyakit tuberkulosis paru usia ponorogo indonesian journal health... doi.org/10.24269/ijhs.v1i2.482Indonesian Journal for Health Sciences penyakit tuberkulosis paru usia ponorogo indonesian journal health doi 10 24269 ijhs v1i2 482
- Vol 9, No 4 (2022). vol volume nomor doi https jikk v9i4 pendidikan dokter universitas malahayati lampung... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan/issue/view/424Vol 9 No 4 2022 vol volume nomor doi https jikk v9i4 pendidikan dokter universitas malahayati lampung ejurnalmalahayati ac index php kesehatan issue view 424
- One moment, please.... one moment please wait request verified ijeo.ub.ac.id/index.php/ijeo/article/view/1One moment please one moment please wait request verified ijeo ub ac index php ijeo article view 1
| File size | 406.89 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIREVDINASTIREV Dengan demikian, kerangka hukum yang ada cukup memadai, namun menuntut harmonisasi regulasi, penguatan kelembagaan, serta budaya kepatuhan agar inovasiDengan demikian, kerangka hukum yang ada cukup memadai, namun menuntut harmonisasi regulasi, penguatan kelembagaan, serta budaya kepatuhan agar inovasi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Pemeriksaan CT-Scan non kontras saat ini menjadi modalitas pencitraan yang paling akurat dalam menilai karakteristik batu ginjal, termasuk ukuran, lokasi,Pemeriksaan CT-Scan non kontras saat ini menjadi modalitas pencitraan yang paling akurat dalam menilai karakteristik batu ginjal, termasuk ukuran, lokasi,
INSCHOOLINSCHOOL Diperlukan SOP yang mengintegrasikan etika Islam, pelatihan staf, serta peningkatan infrastruktur ibadah, sebagai prioritas bagi pembuat kebijakan danDiperlukan SOP yang mengintegrasikan etika Islam, pelatihan staf, serta peningkatan infrastruktur ibadah, sebagai prioritas bagi pembuat kebijakan dan
SUBSETSUBSET Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma KNN mampu memberikan performa yang cukup baik dalam mengklasifikasikan pasien yang terkena diabetes dan tidakHasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma KNN mampu memberikan performa yang cukup baik dalam mengklasifikasikan pasien yang terkena diabetes dan tidak
UNIDAYANUNIDAYAN Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi,Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi,
UNIDAYANUNIDAYAN Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membuka jendela secara otomatis pada kondisi siang hari dengan tingkat pencahayaan sebesar 405,695 LUX,Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membuka jendela secara otomatis pada kondisi siang hari dengan tingkat pencahayaan sebesar 405,695 LUX,
UMNUMN Metode yang digunakan pada kegiatan ini diantaranya metode wawancara dengan pihak puskesmas untuk mengetahui sumber permasalahan yang menjadi dasar kegiatanMetode yang digunakan pada kegiatan ini diantaranya metode wawancara dengan pihak puskesmas untuk mengetahui sumber permasalahan yang menjadi dasar kegiatan
UMIUMI Pola yang ditemukan menunjukkan adanya korelasi kuat antara diabetes, kolesterol, dan jenis kelamin dengan penyakit jantung koroner. Penerapan metode dataPola yang ditemukan menunjukkan adanya korelasi kuat antara diabetes, kolesterol, dan jenis kelamin dengan penyakit jantung koroner. Penerapan metode data
Useful /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Arius berpendapat bahwa Ketuhanan Bapa dan Anak tidak selalu ada bersama dan berbeda dalam esensi. Artikel ini meninjau evolusi konsep Tritunggal dan KontroversiArius berpendapat bahwa Ketuhanan Bapa dan Anak tidak selalu ada bersama dan berbeda dalam esensi. Artikel ini meninjau evolusi konsep Tritunggal dan Kontroversi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Hasil menunjukkan penambahan 10% abu sekam padi dan 1% serat bambu meningkatkan kuat tekan dan lentur secara signifikan. Kuat lentur tertinggi diperolehHasil menunjukkan penambahan 10% abu sekam padi dan 1% serat bambu meningkatkan kuat tekan dan lentur secara signifikan. Kuat lentur tertinggi diperoleh
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Berdasarkan tinjauan yuridis terhadap Putusan KPPU Nomor 15/KPPU-I/2022 dan UU No. 5 Tahun 1999, dapat disimpulkan bahwa kasus dugaan kartel minyak goreng,Berdasarkan tinjauan yuridis terhadap Putusan KPPU Nomor 15/KPPU-I/2022 dan UU No. 5 Tahun 1999, dapat disimpulkan bahwa kasus dugaan kartel minyak goreng,
UACUAC Faktor lingkungan (tren) dan psikologis (merasa inferior, bermalas-malasan, dan menderita) sangat mempengaruhi remaja untuk melakukan self-harm. RemajaFaktor lingkungan (tren) dan psikologis (merasa inferior, bermalas-malasan, dan menderita) sangat mempengaruhi remaja untuk melakukan self-harm. Remaja