STIKBARSTIKBAR
Public Health of IndonesiaPublic Health of IndonesiaLatar belakang: Urgensi pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja semakin meningkat karena tantangan seperti pubertas dini dan paparan media digital di era yang ditandai dengan akses informasi yang tidak terbatas dan perubahan norma sosial. Peran orang tua sebagai pendidik utama sangat penting untuk memastikan transisi yang sehat dari masa remaja ke dewasa. Namun, hambatan signifikan dihadapi oleh orang tua, terutama mereka yang memiliki pendidikan dan literasi digital terbatas, dalam memenuhi peran ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif orang tua mengenai kebutuhan kesehatan reproduksi sebagai dasar untuk mengembangkan model untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mendidik remaja awal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain metode campuran sekuensial eksplanatori di Indonesia pedesaan. Survei terhadap 106 orang tua dari remaja awal (usia 10-12 tahun) diikuti oleh wawancara mendalam dengan 9 partisipan yang dipilih secara purposif. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS, sementara data kualitatif menjalani analisis tematik menggunakan ATLAS.ti untuk menjajaki pola komunikasi dan kebutuhan orang tua terkait kesehatan reproduksi remaja. Hasil: Analisis tematik mengungkapkan tujuh tema utama: (1) pemahaman dasar tentang kesehatan reproduksi remaja, (2) pendidikan tentang nilai dan norma, (3) kekhawatiran orang tua mengenai tantangan eksternal, (4) dinamika komunikasi orang tua-anak, (5) hambatan komunikasi, (6) peran orang tua yang dibentuk oleh gender, dan (7) kebutuhan akan materi, metode, dan media spesifik. Penekanan kuat ditempatkan oleh orang tua pada kebutuhan informasi mengenai pubertas, strategi untuk komunikasi yang efektif, dan pendekatan untuk melibatkan remaja. Konseling berbasis sekolah dan sesi tatap muka diidentifikasi sebagai metode penyampaian yang efektif, dengan preferensi yang diungkapkan untuk media seperti buku dan grup WhatsApp. Kesimpulan: Upaya untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi oleh orang tua telah dibentuk oleh pengetahuan yang terbatas, persepsi tabu, dan pengaruh eksternal. Program yang dirancang untuk mengatasi tantangan ini harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik orang tua. Aktivasi asosiasi orang tua di sekolah telah diidentifikasi sebagai pendekatan yang menjanjikan untuk menyebarluaskan informasi dan memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi.
Upaya orang tua dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh pengetahuan yang terbatas, persepsi tabu, dan pengaruh eksternal.Program yang dirancang untuk mengatasi tantangan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik orang tua.Aktivasi asosiasi orang tua di sekolah merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk menyebarluaskan informasi dan memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi berbasis sekolah yang melibatkan orang tua dalam pendidikan kesehatan reproduksi, dengan mempertimbangkan perbedaan budaya dan sosio-ekonomi. Studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan perspektif orang tua di daerah perkotaan dan pedesaan mengenai pendidikan kesehatan reproduksi remaja, guna mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang unik di masing-masing konteks. Penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut dinamika komunikasi antara orang tua dan remaja mengenai isu-isu kesehatan reproduksi, serta faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat komunikasi yang terbuka dan jujur. Penelitian ini harus melibatkan berbagai kelompok usia remaja dan orang tua untuk memastikan representasi yang komprehensif. Pengembangan dan evaluasi program pelatihan bagi orang tua yang berfokus pada peningkatan literasi kesehatan reproduksi, keterampilan komunikasi, dan kemampuan untuk mengatasi norma-norma sosial yang menghambat diskusi terbuka tentang seksualitas juga perlu dilakukan. Program ini harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik orang tua dan mempertimbangkan konteks budaya setempat. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi peran media digital dan platform media sosial dalam membentuk pengetahuan dan sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi, serta bagaimana orang tua dapat memanfaatkan media ini untuk memberikan informasi yang akurat dan relevan.
| File size | 183.47 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Metode: Penelitian ini menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi penelitian potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitianMetode: Penelitian ini menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi penelitian potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk dan analisisData dikumpulkan menggunakan kuesioner, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk dan analisis
STIKBARSTIKBAR Oleh karena itu, faktor-faktor yang terkait dengannya perlu diteliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubunganOleh karena itu, faktor-faktor yang terkait dengannya perlu diteliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan
STIKBARSTIKBAR Latar belakang: COVID-19 telah sangat memengaruhi dunia termasuk Afghanistan sejak wabahnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengetahuanLatar belakang: COVID-19 telah sangat memengaruhi dunia termasuk Afghanistan sejak wabahnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengetahuan
STIKBARSTIKBAR Tujuan: Untuk menilai faktor-faktor yang berhubungan dengan berat badan lahir rendah pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Jugal, Negara Bagian Harari, Ethiopia.Tujuan: Untuk menilai faktor-faktor yang berhubungan dengan berat badan lahir rendah pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Jugal, Negara Bagian Harari, Ethiopia.
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Penelitian ini mengusulkan agenda penelitian masa depan untuk mengatasi tantangan yang muncul dan memberikan wawasan penting untuk pengembangan strategiPenelitian ini mengusulkan agenda penelitian masa depan untuk mengatasi tantangan yang muncul dan memberikan wawasan penting untuk pengembangan strategi
MAHARDIKAMAHARDIKA Hasil: Penelitian ini menunjukkan kualitas hidup sedang pada domain kesehatan fisik (58,3%), domain psikologis (86,7%), domain hubungan sosial (80,6%)Hasil: Penelitian ini menunjukkan kualitas hidup sedang pada domain kesehatan fisik (58,3%), domain psikologis (86,7%), domain hubungan sosial (80,6%)
MAHARDIKAMAHARDIKA 9% siswa laki-laki dan 97. 1% siswa perempuan, umur responden sebagian besar 16 tahun sebanyak 82. 4%, lama penggunaan media sosial siswa antara 10 jam9% siswa laki-laki dan 97. 1% siswa perempuan, umur responden sebagian besar 16 tahun sebanyak 82. 4%, lama penggunaan media sosial siswa antara 10 jam
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Tingkat skor baik adalah 270 (75%) orang, sedangkan kurang sebanyak 40 (11,1%) orang. Disimpulkan bahwa hasil analisis Uji Peringkat Bertanda WilcoxonTingkat skor baik adalah 270 (75%) orang, sedangkan kurang sebanyak 40 (11,1%) orang. Disimpulkan bahwa hasil analisis Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon
STIKBARSTIKBAR Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi sendiri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan SPSS versi 20. Hasil: Mayoritas stafPengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi sendiri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan SPSS versi 20. Hasil: Mayoritas staf
STIKBARSTIKBAR Kampanye advokasi STOP Pneumonia yang dilakukan oleh Save the Children bersama mitra telah berhasil mendorong komitmen Pemerintah Indonesia untuk mengintegrasikanKampanye advokasi STOP Pneumonia yang dilakukan oleh Save the Children bersama mitra telah berhasil mendorong komitmen Pemerintah Indonesia untuk mengintegrasikan
STIKESHBSTIKESHB Siswa SMKN 1 Penawartama mayoritas memiliki asupan gizi yang tidak memadai dan aktivitas fisik rendah.meskipun pengetahuan dan sikap terhadap gizi baik,Siswa SMKN 1 Penawartama mayoritas memiliki asupan gizi yang tidak memadai dan aktivitas fisik rendah.meskipun pengetahuan dan sikap terhadap gizi baik,