POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM
Jurnal Teras KesehatanJurnal Teras KesehatanKehamilan pada usia remaja masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan risiko kesehatan ibu dan bayi serta menimbulkan konsekuensi psikososial dan sosial. Rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan usia remaja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang pencegahan kehamilan usia remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 81 siswa kelas X SMA Negeri 1 Pringgabaya yang dipilih melalui teknik systematic random sampling. Intervensi dilakukan melalui pendidikan kesehatan reproduksi berbasis leaflet. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah intervensi. Proporsi responden dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 11,1% pada pretest menjadi 79,0% pada posttest, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 70,4% menjadi 6,2%. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet berpotensi meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan kehamilan usia remaja dan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi yang aplikatif di lingkungan sekolah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet memberikan perubahan yang bermakna secara statistik terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai pencegahan kehamilan usia remaja.Media leaflet memiliki keunggulan sebagai media edukasi yang aplikatif karena mudah dipahami, menarik secara visual, dan dapat diakses kembali secara mandiri oleh remaja.Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain yang lebih kuat serta mengembangkan intervensi dengan mengombinasikan leaflet dan media edukasi lain guna mendukung upaya pencegahan kehamilan usia remaja secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan desain eksperimen yang lebih ketat, seperti randomized controlled trial, untuk menguji secara kausal pengaruh media leaflet terhadap perilaku pencegahan kehamilan usia remaja, bukan hanya pengetahuan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat menggali faktor-faktor lain yang memengaruhi efektivitas leaflet, seperti karakteristik leaflet itu sendiri (desain, bahasa, konten) dan karakteristik remaja (usia, tingkat pendidikan, latar belakang sosial ekonomi). Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi intervensi yang lebih komprehensif, yang mengombinasikan penggunaan leaflet dengan metode edukasi lain seperti diskusi kelompok, role-playing, atau pemanfaatan media sosial, untuk mencapai dampak yang lebih optimal dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan program pencegahan kehamilan usia remaja yang efektif dan berkelanjutan.
| File size | 417.24 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
HAMZANWADIHAMZANWADI Penyakit ini dapat menyebabkan cacat pada cabai sehingga menurunkan kualitas produksi cabai. Penanganan yang telah dilakukan oleh para petani adalah denganPenyakit ini dapat menyebabkan cacat pada cabai sehingga menurunkan kualitas produksi cabai. Penanganan yang telah dilakukan oleh para petani adalah dengan
UNIMUSUNIMUS Hasil menunjukkan bahwa masih adanya perbedaan pandangan masyarakat kaitan infertilitas yang disertai penyakit keganasan, masih adanya faktor budaya danHasil menunjukkan bahwa masih adanya perbedaan pandangan masyarakat kaitan infertilitas yang disertai penyakit keganasan, masih adanya faktor budaya dan
JQWHJQWH Metode drill and practice dianggap efektif dalam meningkatkan perilaku higiene pribadi menstruasi pada siswa SLB karena dalam metode ini dilakukan latihanMetode drill and practice dianggap efektif dalam meningkatkan perilaku higiene pribadi menstruasi pada siswa SLB karena dalam metode ini dilakukan latihan
UNIBAUNIBA Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 66 siswi, sampel diambilJenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 66 siswi, sampel diambil
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Hasil Penelitian dunia menunjukkan hasil dari partisipan dari 23 negara bahwa 1/3 responden mengatakan tidak mendapatkan informasi tentang haid sebelumnya,Hasil Penelitian dunia menunjukkan hasil dari partisipan dari 23 negara bahwa 1/3 responden mengatakan tidak mendapatkan informasi tentang haid sebelumnya,
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Dengan pemberian pengetahuan dan keterampilan meningkatkan kesadaran dan motivasi siswi untuk menjaga kebersihan diri sendiri terutama pada masa pubertasDengan pemberian pengetahuan dan keterampilan meningkatkan kesadaran dan motivasi siswi untuk menjaga kebersihan diri sendiri terutama pada masa pubertas
JQWHJQWH Hasil: Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa responden yang memiliki pengetahuan tentang reproduksi remaja dalam kategori cukup sebagian besar memilikiHasil: Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa responden yang memiliki pengetahuan tentang reproduksi remaja dalam kategori cukup sebagian besar memiliki
JQWHJQWH Dengan demikian, intervensi pendidikan kesehatan melalui media audio visual efektif dalam membentuk pemahaman dan sikap positif remaja di SMP Yayasan PendidikanDengan demikian, intervensi pendidikan kesehatan melalui media audio visual efektif dalam membentuk pemahaman dan sikap positif remaja di SMP Yayasan Pendidikan
Useful /
UNIMUSUNIMUS Hasil studi pendahuluan menunjukkan masih ada ibu yang tidak memberikan ASI secara eksklusif, dan masih ada anggapan bahwa kolostrum adalah susu basi yangHasil studi pendahuluan menunjukkan masih ada ibu yang tidak memberikan ASI secara eksklusif, dan masih ada anggapan bahwa kolostrum adalah susu basi yang
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Kader merupakan bagian dari masyarakat yang berperan sebagai pendamping ibu hamil dan bersalin sehingga perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan danKader merupakan bagian dari masyarakat yang berperan sebagai pendamping ibu hamil dan bersalin sehingga perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Kader dapat mengambil peran agar ibu dapat melalui pemulihan yang fisiologis, memberi pengetahuan tentang dasar tehnik menyusui, perawatan yang tepat untukKader dapat mengambil peran agar ibu dapat melalui pemulihan yang fisiologis, memberi pengetahuan tentang dasar tehnik menyusui, perawatan yang tepat untuk
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Masa remaja merupakan masa yang rentan bagi seseorang untuk terlibat dalam perilaku menyimpang seperti merokok. Hal ini erat kaitannya dengan belum matangnyaMasa remaja merupakan masa yang rentan bagi seseorang untuk terlibat dalam perilaku menyimpang seperti merokok. Hal ini erat kaitannya dengan belum matangnya