JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Latar belakang: Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dapat memengaruhi sikap remaja tentang seks pranikah yang menciptakan risiko tindakan seksual yang tidak sehat yang memengaruhi kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terhadap sikap seksual pranikah pada 1 SMA Negeri 1 Sambit, Kabupaten Ponorogo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan Proportional Random Sampling dengan sampel sebanyak 60 responden, yaitu 21 siswa kelas X, 17 siswa kelas XI dan 22 siswa kelas XII, kemudian dianalisis menggunakan Uji Peringkat Spearman. Hasil: Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa responden yang memiliki pengetahuan tentang reproduksi remaja dalam kategori cukup sebagian besar memiliki sikap positif terhadap sikap seksual pranikah, yaitu 32 responden (74,4%). Nilai P adalah 0,021 < (α = 0,05), yang berarti ada hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan sikap seksual pranikah di 1 SMA Negeri 1 Sambit, Kabupaten Ponorogo. Kesimpulan: Remaja yang memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi akan memiliki sikap positif dalam mencegah kehamilan remaja yang termasuk dalam sikap seksual pranikah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja dengan pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi cenderung memiliki sikap positif dalam mencegah kehamilan remaja, yang merupakan bagian dari sikap seksual pranikah.Hasil analisis statistik membuktikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan sikap terhadap seks pranikah di SMA Negeri 1 Sambit, Ponorogo.Dengan demikian, peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat menjadi strategi efektif untuk membentuk sikap yang lebih bertanggung jawab pada remaja.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi sikap seksual pranikah pada remaja, seperti norma sosial, pengaruh teman sebaya, dan peran keluarga. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi efektivitas program pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan remaja di berbagai wilayah. Program ini perlu mempertimbangkan pendekatan yang partisipatif dan melibatkan remaja sebagai agen perubahan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja, termasuk penggunaan alat kontrasepsi dan praktik seks yang aman, untuk memberikan gambaran yang lebih utuh tentang kesehatan seksual remaja di Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan relevan bagi perumusan kebijakan dan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia.

  1. KETERKAITAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN PERILAKU SEKS PRA NIKAH PADA SISWA-SISWI... doi.org/10.33366/cr.v5i3.710KETERKAITAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN PERILAKU SEKS PRA NIKAH PADA SISWA SISWI doi 10 33366 cr v5i3 710
  2. "Sikap Remaja terhadap Keperawanan dan Perilaku Seksual dalam Berpacara" by Desi Rusmiati and... doi.org/10.21109/kesmas.v10i1.815Sikap Remaja terhadap Keperawanan dan Perilaku Seksual dalam Berpacara by Desi Rusmiati and doi 10 21109 kesmas v10i1 815
Read online
File size627.7 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test