UnbrahUnbrah

Health and Medical JournalHealth and Medical Journal

Latar Belakang: Tumor payudara jinak merupakan masalah kesehatan signifikan di seluruh dunia, dengan peningkatan kasus di Indonesia. Tumor payudara jinak, meskipun tidak bersifat kanker, tetap memerlukan perhatian karena dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran pasien tumor payudara jinak, termasuk usia, pekerjaan, indeks massa tubuh (IMT), dan lokasi tumor. Metode: Metode penelitian deskriptif dengan desain observasional dilakukan pada pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu selama periode Agustus hingga Oktober 2024. Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Dari 24 pasien, sebagian besar pasien berusia 17-25 tahun (33%), berstatus pelajar (50%), dengan indeks massa tubuh (IMT) obesitas tingkat 1 (46%), serta lokasi tumor lebih banyak di payudara kiri (59%). Kesimpulan: Tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang paling banyak terjadi pada wanita muda usia produktif, berstatus pelajar, memiliki IMT berlebih, dan lebih sering terjadi di payudara kiri.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang lebih umum terjadi pada wanita muda, khususnya di kelompok usia 17-25 tahun, dengan prevalensi obesitas yang tinggi di antara pasien.Temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan kesehatan payudara dan intervensi gizi yang tepat untuk mengurangi risiko perkembangan tumor yang lebih serius.Selain itu, distribusi lokasi tumor yang lebih banyak di sisi kiri menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kejadian tumor payudara jinak.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai pola kejadian tumor payudara jinak dengan memperluas cakupan geografis dan jumlah partisipan, misalnya dengan melakukan studi multisentrum di berbagai wilayah Sulawesi Selatan atau Indonesia. Fokus penelitian bisa diarahkan untuk mengidentifikasi bagaimana faktor risiko yang lebih komprehensif, seperti riwayat genetik keluarga, kebiasaan diet jangka panjang, tingkat aktivitas fisik, serta paparan lingkungan spesifik (misalnya, jenis polutan udara atau paparan cahaya buatan di malam hari), berinteraksi dan memengaruhi perkembangan tumor payudara jinak pada kelompok usia muda yang produktif. Selain itu, mengingat tingginya prevalensi obesitas di antara pasien, sebuah studi mendalam diperlukan untuk menguraikan mekanisme biologis yang menghubungkan kelebihan berat badan atau obesitas dengan pembentukan tumor jinak. Pertanyaan penelitian dapat mencakup bagaimana perubahan hormonal, respons inflamasi, atau metabolisme lemak spesifik dalam tubuh memicu pertumbuhan sel-sel payudara yang abnormal. Tidak kalah penting, penelitian dapat berupaya menjelaskan mengapa tumor payudara jinak cenderung lebih banyak ditemukan di payudara sisi kiri. Apakah ada perbedaan signifikan dalam struktur anatomi, pola aliran limfatik, distribusi reseptor hormon, atau faktor lingkungan asimetris yang mungkin menjelaskan fenomena lateralitas ini, dan apakah temuan ini memiliki implikasi untuk deteksi dini yang lebih personal atau strategi pencegahan?.

Read online
File size347.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test