UNDANAUNDANA

J-ICON: Jurnal Komputer dan InformatikaJ-ICON: Jurnal Komputer dan Informatika

Vidyamedic adalah sistem informasi kesehatan berbasis web yang dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan data dalam arsitektur Physical-Cyber System (PCS) empat lapis, dengan fokus pada Layer 2 untuk memastikan integrasi yang mulus dan aksesibilitas informasi medis. Antarmuka sistem dikembangkan menggunakan HTML, CSS, JavaScript, dan Bootstrap agar responsif, sedangkan back end menggunakan PHP dengan kerangka kerja Laravel. Sistem ini mengonsolidasikan rekam medis pasien, hasil laboratorium, dan data radiologi ke dalam satu platform, sehingga meningkatkan pengambilan keputusan klinis dan efisiensi operasional. Proses pengembangan mengikuti kerangka kerja Scrum, dengan melibatkan tim beranggotakan empat orang yang menyelesaikan 14 product backlog item selama delapan minggu, dibagi ke dalam empat sprint berdurasi dua minggu. Meskipun sprint awal mengalami keterlambatan, perbaikan pada Sprint 3 memungkinkan seluruh tugas yang direncanakan dapat diselesaikan pada Sprint 4. Analisis burndown chart mencerminkan pemulihan ini, menunjukkan kemajuan yang konsisten menuju penyelesaian proyek. Validasi sistem melalui black-box testing mengonfirmasi bahwa semua 14 skenario fungsional, termasuk dasbor berbasis peran untuk dokter, staf laboratorium, departemen radiologi, dan administrator antrean, memenuhi persyaratan dengan tingkat keberhasilan 100%. Proyek ini membuktikan efektivitas Scrum dalam menghadirkan solusi informatika kesehatan yang berpusat pada pengguna, sekaligus meningkatkan akurasi data, menyederhanakan alur kerja layanan kesehatan, dan mendukung hasil perawatan pasien yang lebih baik.

Pengembangan sistem informasi kesehatan berbasis web Vidyamedic berhasil mengimplementasikan kerangka kerja Scrum untuk menghasilkan solusi tangguh dan adaptif, yang didukung oleh kemampuannya mengurangi waktu pengambilan data dan meningkatkan akurasi.Selama empat sprint iteratif dalam delapan minggu, tim pengembang menyelesaikan 14 item product backlog dengan tingkat penyelesaian 100% pada Sprint 4, meskipun ada sedikit keterlambatan di awal.Pengujian black-box mengonfirmasi bahwa semua 14 skenario fungsional, termasuk dasbor berbasis peran dan integrasi data radiologi serta laboratorium, telah memenuhi persyaratan pengguna dengan tingkat keberhasilan 100%.

Untuk pengembangan Vidyamedic selanjutnya sebagai sistem informasi kesehatan yang adaptif dan berpusat pada pengguna, beberapa arah penelitian menarik dapat dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana integrasi modul analitik prediktif berbasis kecerdasan buatan (AI) atau pembelajaran mesin (ML) dapat mengoptimalkan Vidyamedic. Penelitian ini bisa berfokus pada pengembangan algoritma untuk identifikasi dini risiko penyakit berdasarkan rekam medis pasien yang ada, serta memberikan rekomendasi perawatan yang dipersonalisasi. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi secara kuantitatif dampak penambahan fitur ini terhadap peningkatan akurasi diagnostik, efisiensi klinis, dan pengambilan keputusan yang lebih tepat oleh tenaga medis. Kedua, penting untuk menginvestigasi secara komprehensif tantangan dan peluang dalam meningkatkan interoperabilitas Vidyamedic dengan sistem informasi rumah sakit eksternal lainnya. Ini dapat melibatkan penelitian komparatif terhadap berbagai standar pertukaran data, seperti HL7 atau FHIR, untuk mengukur efektivitas, keamanan, dan skalabilitas data antar platform yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat merumuskan model integrasi yang paling efisien dan aman, sehingga Vidyamedic dapat berfungsi sebagai bagian integral dari ekosistem kesehatan yang lebih luas. Terakhir, penelitian lebih lanjut sebaiknya menargetkan perancangan dan pengujian ekstensif terhadap pengalaman pengguna (UX) dan antarmuka pengguna (UI) Vidyamedic pada perangkat seluler. Fokus utamanya adalah memahami faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi dan kepuasan pengguna dari kalangan dokter, staf medis, dan pasien dalam mengakses data kesehatan secara real-time melalui aplikasi mobile. Dengan pendekatan desain yang berpusat pada pengguna, penelitian ini akan menghasilkan rekomendasi konkret untuk menciptakan pengalaman yang intuitif, responsif, dan mendukung alur kerja layanan kesehatan yang dinamis di era digital.

  1. Implementation of Agile in healthcare: methodology for a multisite home hospital accelerator | BMJ Open... doi.org/10.1136/bmjoq-2024-002764Implementation of Agile in healthcare methodology for a multisite home hospital accelerator BMJ Open doi 10 1136 bmjoq 2024 002764
  2. Implementasi Sistem Informasi Manajemen Kantor Menggunakan Scrum Framework Di Desa Wangunsari | Jurnal... doi.org/10.33998/mediasisfo.2023.17.1.740Implementasi Sistem Informasi Manajemen Kantor Menggunakan Scrum Framework Di Desa Wangunsari Jurnal doi 10 33998 mediasisfo 2023 17 1 740
  3. Development of Employee Attendance Management Information System During the Covid-19 Pandemic Based on... journal.unika.ac.id/index.php/sisforma/article/view/4384Development of Employee Attendance Management Information System During the Covid 19 Pandemic Based on journal unika ac index php sisforma article view 4384
  4. Design of Anthropometry Parameter Sensor with High Stunting Prevalence | IEEE Conference Publication... ieeexplore.ieee.org/document/10428748Design of Anthropometry Parameter Sensor with High Stunting Prevalence IEEE Conference Publication ieeexplore ieee document 10428748
  5. Implementasi Framework Scrum - Agile Methodology dalam management Proyek, Studi Kasus di perusahaan IT... ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/JIT/article/view/13116Implementasi Framework Scrum Agile Methodology dalam management Proyek Studi Kasus di perusahaan IT ojs uniska bjm ac index php JIT article view 13116
Read online
File size463.62 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test