UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi saat glukosa darah dalam tubuh meningkat. DM tipe 2 menyumbang 90% dari kasus global, WHO memperkirakan 21,2 juta penderita di Indonesia pada 2030, tertinggi kedua di Asia Tenggara. Prevalensi di Jawa Tengah mencapai 2,1% pada 2018, dengan kasus baru 10,7%. Kabupaten Banjarnegara mencatat 15.765 penderita pada 2022, sementara di Kecamatan Punggelan terdapat 1.381 kasus. Penderita diabetes akan melakukan pencarian pengobatan salah satunya menggunakan pengobatan alternatif. Rumah Sehat Thibbun Nabawi Laa Tahzan menangani hingga 80 pasien pengobatan alternatif dalam tiga bulan terakhir. Pemilihan pengobatan alternatif pada pasien diabetes dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mendasari pemilihan pengobatan alternatif pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik purposive sampel. Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan akses. Analisa data univariat, bivariat regresi logistik dan multivariat regresi logistik ganda. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor pengetahuan dengan hasil p-value 0.183, faktor biaya dan jarak ke pelayanan kesehatan dengan hasil p-value 0.003, faktor sikap dengan hasil p-value 0.058. Kesimpulan: Pengurangan hambatan biaya dan jarak dapat meningkatkan akses atau pemanfaatan layanan kesehatan disamping faktor sikap dan pengetahuan dapat dipertimbangkan sebagai faktor pendukung,.

Karakteristik individu seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan lamanya menderita diabetes melitus (DM) mempengaruhi pilihan pengobatan pada pasien, di mana sekitar separuh responden memiliki pengetahuan kurang baik mengenai DM namun mayoritas memiliki akses mudah dan terjangkau ke pelayanan kesehatan.Lebih dari separuh responden menunjukkan sikap tidak mendukung pengobatan konvensional, dan hasil uji regresi logistik menegaskan bahwa akses mudah terhadap pelayanan kesehatan menjadi faktor utama dalam pemilihan pengobatan, dengan kecenderungan responden memilih pengobatan alternatif karena layanan yang lebih terjangkau secara finansial.

Untuk memperkaya pemahaman dan efektivitas intervensi terkait preferensi pengobatan diabetes melitus, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, mengingat temuan bahwa biaya dan jarak merupakan faktor dominan dalam pemilihan pengobatan, penelitian dapat menyelidiki bagaimana implementasi model perawatan terintegrasi yang menggabungkan pengobatan konvensional dan alternatif yang disubsidi secara finansial dapat memengaruhi kontrol glikemik jangka panjang, tingkat kepuasan pasien, dan pola pemanfaatan layanan kesehatan di antara penderita diabetes melitus, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses. Studi ini bisa membandingkan berbagai skema subsidi atau bentuk integrasi untuk mengidentifikasi praktik terbaik. Kedua, karena faktor pengetahuan dan sikap juga berperan, meskipun tidak sekuat biaya dan jarak, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk menggali pengalaman subjektif, keyakinan budaya, dan narasi personal pasien diabetes yang memilih pengobatan alternatif. Pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai bagaimana faktor-faktor non-ekonomi memengaruhi persepsi dan keputusan mereka terhadap berbagai pilihan pengobatan, melengkapi data kuantitatif yang ada. Terakhir, mengingat sifat studi saat ini yang cross-sectional, studi longitudinal sangat krusial untuk melacak evolusi preferensi pengobatan dan mengukur dampak jangka panjang dari intervensi edukasi atau kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini akan memungkinkan evaluasi efek dari program atau perubahan yang diimplementasikan terhadap luaran klinis seperti kadar HbA1c, insiden komplikasi, serta peningkatan kualitas hidup pasien.

  1. Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal | Jurnal Ilmu Kesehatan... doi.org/10.34305/jikbh.v11i1Vol 11 No 1 2020 Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Health Science Journal Jurnal Ilmu Kesehatan doi 10 34305 jikbh v11i1
Read online
File size281.56 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test