PDGIPDGI

Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental Association

Pendahuluan: Kanker nasofaring (KNF) merupakan suatu kondisi keganasan pada nasofaring. Terapi kanker yang diberikan biasanya adalah radioterapi (RT), kemoterapi (CT) atau kombinasi RT dan CT. Terapi kanker dan kebersihan mulut yang buruk dapat menimbulkan kerentanan terhadap infeksi jamur, salah satunya adalah kandidiasis pseudomembran (thrush). Tujuan: Tujuan laporan kasus ini adalah untuk melaporkan kasus pada pasien dengan kandidiasis pseudomembran pada kanker nasofaring. Laporan Kasus: Pasien perempuan berusia 52 tahun dirujuk ke poli gigi rumah sakit dengan keluhan terdapat lapisan berwarna putih pada pipi bagian dalam, langit-langit mulut, dan lidah sejak ± 1 minggu lalu. Pasien merasa nyeri saat menelan dan tidak nyaman saat membuka mulut. Hasil pemeriksaan klinis dan penunjang menunjukkan pasien didiagnosa kandidiasis pseudomembran mulut. Pasien diterapi dengan menggunakan nystatin drop and dan chlorhexidine gluconate 0,2%. Kesimpulan: Pasien KNF pada kasus ini mengalami kandidiasis pseudomembran (thrush) yang disebabkan oleh infeksi Candida albicans. Penatalaksanaan dini pada kasus kandidiasis pseudomembran pada pasien KNF sangat penting dilakukan agar lesi tidak bertambah parah dan tidak mengganggu keadaan umum pasien secara keseluruhan, sehingga diperlukan kolaborasi dan koordinasi dari berbagai divisi spesialistik.

Pasien KNF pada kasus ini mengalami kandidiasis pseudomembran (thrush) yang disebabkan oleh infeksi Candida albicans.Penatalaksanaan dini pada kasus kandidiasis pseudomembran pada pasien KNF sangat penting dilakukan agar lesi tidak bertambah parah dan tidak mengganggu keadaan umum pasien secara keseluruhan.Kolaborasi dan koordinasi dari berbagai divisi spesialistik diperlukan untuk penanganan yang komprehensif.

Berdasarkan temuan kasus ini, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas protokol pencegahan kandidiasis oral yang dipersonalisasi pada pasien KNF yang menjalani radioterapi dan kemoterapi. Penelitian ini dapat mempertimbangkan faktor-faktor seperti status nutrisi pasien, kebersihan mulut, dan jenis terapi kanker yang diterima untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efikasi berbagai agen antimikroba topikal dalam mengelola kandidiasis oral pada pasien KNF, dengan fokus pada pengurangan efek samping dan peningkatan kepatuhan pasien. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman pasien KNF dengan kandidiasis oral, termasuk dampak psikologis dan kualitas hidup mereka, untuk menginformasikan pengembangan intervensi perawatan yang berpusat pada pasien.

Read online
File size483.54 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test