UNITAS PDGUNITAS PDG
Jurnal EmbrioJurnal EmbrioHortikultura merupakan salah satu aspek pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan, salah satunya adalah tanaman cabai rawit. Seiring dengan potensi yang dimilikinya, teknologi untuk meningkatkan produkitivitas tanaman cabai rawit terus dikembangkan. Salah satunya adalah pemanfaatan agen hayati yakni Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis FMA yang terdapat pada rizosfer pada tegakan pertanaman cabai rawit di wilayah Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota. Selanjutnya dilakukan identifikasi di laboratorium untuk mengetahui pembeda dari masing – masing FMA yang ditemukan berdasarkan karakter morfologi (bentuk dan warna), serta mengetahui kompatibilitas FMA terhadap kandungan tanah di Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota terdapat FMA jenis Glomus sp, Acaulospora sp., dan Gigaspora sp., dan masing – masing jenis FMA memiliki karakter berbeda berdasarkan penyesuaian karakter morfologinya, serta kompatibilitas tanah di Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota berkolerasi positif terhadap keberadaan FMA di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut.Jenis FMA yang ditemukan pada rizosfer tegakan tanaman cabai rawit di Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh kota yakni antara lain., Dimana jenis FMA yang mendominasi di Kecamatan tersebut adalah Glomus sp.Berdasarkan pengamatan di laboratorium, diperoleh pembeda dari masing – masing genus FMA berdasarkan bentuk dan warna , yakni Glomus sp.berbentuk bulat & lonjong dengan warna coklat keorenan, Gigaspora sp.berbentuk bulat dan lonjong berwarna keperakan , serta Accalauspora berbentuk bulat dan lonjong dengan warna kehitaman.Ketersediaan dan kompatibiltas FMA pada rizosfer Kabupaten Lima Puluh Kota berkolerasi positif dengan komponen pada hasil Analisa tanah yang telah dilakukan di Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efek penggunaan FMA pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai rawit. Kedua, penelitian tentang kompatibilitas FMA dengan berbagai jenis tanaman hortikultura lainnya dapat dilakukan untuk memperluas pemanfaatan FMA dalam pertanian. Ketiga, studi tentang pengaruh faktor lingkungan, seperti kelembaban dan kesuburan tanah, terhadap pembentukan spora FMA dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.
| File size | 426.2 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNITAS PDGUNITAS PDG Terdapat PGPR yang tepat pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah yaitu Paenibacillus polymyxa. Berdasarkan kesimpulan untuk meningkatkan pertumbuhan danTerdapat PGPR yang tepat pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah yaitu Paenibacillus polymyxa. Berdasarkan kesimpulan untuk meningkatkan pertumbuhan dan
MEDIAZAYNAMEDIAZAYNA Metode yang digunakan adalah demonstrasi teori dan praktik permainan tradisional, didukung dengan pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengukur antusiasmeMetode yang digunakan adalah demonstrasi teori dan praktik permainan tradisional, didukung dengan pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengukur antusiasme
UNITAS PDGUNITAS PDG Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini menggunakan limbah daun, batang,Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini menggunakan limbah daun, batang,
UNITAS PDGUNITAS PDG Koto Tangah, Kab. Kota Padang, Prov. Sumatera Barat. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, dengan perlakuan NPK 15:15:15 (N) denganKoto Tangah, Kab. Kota Padang, Prov. Sumatera Barat. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, dengan perlakuan NPK 15:15:15 (N) dengan
UNITAS PDGUNITAS PDG Masing‑masing perlakuan terdiri dari empat ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisisMasing‑masing perlakuan terdiri dari empat ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis
UNITAS PDGUNITAS PDG Dosis kompos perveg terbaik adalah 25 ton/ha, menghasilkan produksi 28 ton/ha. Oleh karena itu, penggunaan kompos perveg dengan dosis 25 ton/ha direkomendasikanDosis kompos perveg terbaik adalah 25 ton/ha, menghasilkan produksi 28 ton/ha. Oleh karena itu, penggunaan kompos perveg dengan dosis 25 ton/ha direkomendasikan
UPPRUPPR Potensi mikoparasitik Trichoderma sp tergantung keberadaan jamur kompetitornya dan kemampuan jamur tersebut menginduksi mekanisme ketahanan alami tanaman.Potensi mikoparasitik Trichoderma sp tergantung keberadaan jamur kompetitornya dan kemampuan jamur tersebut menginduksi mekanisme ketahanan alami tanaman.
UPPRUPPR Perlakuan dari ekstrak biji mimba pada konsentrasi 15% mampu menghambat 50% pada perkembangan jamur tersebut secara in vitro. Konsentrasi ekstrak mimbaPerlakuan dari ekstrak biji mimba pada konsentrasi 15% mampu menghambat 50% pada perkembangan jamur tersebut secara in vitro. Konsentrasi ekstrak mimba
Useful /
UMKLAUMKLA Meskipun efektivitas pijat abdominal dilaporkan efektif, tetapi masih perlu diteliti lebih lanjut untuk lansia. Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasiMeskipun efektivitas pijat abdominal dilaporkan efektif, tetapi masih perlu diteliti lebih lanjut untuk lansia. Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi
UMKLAUMKLA Tingkat kepatuhan penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Trucuk 1 pada aspek kepatuhan terhadap jumlah makanan masih rendah yaitu 35%,Tingkat kepatuhan penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Trucuk 1 pada aspek kepatuhan terhadap jumlah makanan masih rendah yaitu 35%,
UPPRUPPR Penelitian ini menerapkan metode observasi lapangan dan wawancara untuk menganalisis ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik dengan pendekatan SWOT. DariPenelitian ini menerapkan metode observasi lapangan dan wawancara untuk menganalisis ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik dengan pendekatan SWOT. Dari
STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari data pendukung seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentangLangkah pertama yang dilakukan adalah mencari data pendukung seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang